Bupati Memastikan Layanan Trans Banyumas Beroperasi Tanpa Dana APBN

Bupati Memastikan Layanan Trans Banyumas Beroperasi Tanpa Dana APBN
Uji coba jalur Trans Banyumas di pintu barat Stasiun Purwokerto, Jawa Tengah (FOTO: NET)

BANYUMAS - Kepala Daerah Sadewo Tri Lastiono menegaskan armada Bus Buy The Service Trans Banyumas bakal terus melayani warga.

Penjelasan tersebut disampaikan guna menjawab kebingungan warga terkait isu penghentian layanan akibat hilangnya dana dari pemerintah pusat.

"Saya pastikan Trans Banyumas tidak akan berhenti, meskipun APBN tidak turun," kata Sadewo dari sumbernya.

Menurut Sadewo, sektor pelayanan publik seperti penyediaan sarana transportasi bagi warga merupakan prioritas utama.

"Kami betul-betul memikirkan bagaimana pelayanan kepada masyarakat yang sudah berjalan agar jangan sampai berhenti," kata Sadewo.

Oleh sebab itu, kepala daerah meminta warga agar tidak panik mengenai keberlanjutan pengoperasian armada tersebut.

"Karena ini terkait dengan pelayanan kepada masyarakat terus dinomor 1 kan. Jadi tidak usah khawatir, tidak usah dipolemikan, saya pastikan Trans Banyumas tetap berjalan," katanya lagi.

Sebagai gambaran, bantuan biaya untuk armada ini dialihkan menggunakan APBD sejak April 2026 akibat berhentinya sokongan pemerintah pusat.

Akan tetapi, dana sekitar Rp 14,1 miliar yang disediakan pemerintah daerah hanya sanggup menutup biaya operasional sampai penghujung Agustus.

Merujuk pada catatan Dinas Perhubungan setempat, penutupan kebutuhan operasional hingga akhir tahun memerlukan suntikan dana sebesar Rp 15 miliar.

Kebutuhan anggaran untuk operasional rutin bus tersebut berada di kisaran Rp 3,3 miliar tiap bulannya.

Layanan Trans Banyumas saat ini menjangkau empat rute perjalanan, yakni Koridor 1, Koridor 2, Koridor 3A & 3B, serta Koridor 4.

Ongkos perjalanan untuk penumpang kategori umum ditetapkan Rp 3.900 per trip, sedangkan tarif khusus pelajar, mahasiswa, lansia, serta penyandang disabilitas dikenakan Rp 2.000.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index