Operasional Bus Trans Banyumas Berjalan Walau Bantuan APBN Dihentikan

Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:48:54 WIB
Uji coba jalur Trans Banyumas di pintu barat Stasiun Purwokerto, Jawa Tengah (FOTO: NET)

BANYUMAS - Pemimpin daerah Sadewo Tri Lastiono menjamin bahwa operasional Bus Buy The Service Trans Banyumas akan tetap berjalan.

Pernyataan ini dikeluarkan untuk meredam kegelisahan warga perihal kabar penghentian bus akibat berhentinya kucuran dana APBN.

"Saya pastikan Trans Banyumas tidak akan berhenti, meskipun APBN tidak turun," kata Sadewo dari sumbernya.

Sadewo menguraikan bahwa kemudahan akses transportasi bagi khalayak ramai merupakan salah satu fokus utamanya.

"Kami betul-betul memikirkan bagaimana pelayanan kepada masyarakat yang sudah berjalan agar jangan sampai berhenti," kata Sadewo.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau tidak perlu cemas menyangkut kelangsungan operasional transportasi ini.

"Karena ini terkait dengan pelayanan kepada masyarakat terus dinomor 1 kan. Jadi tidak usah khawatir, tidak usah dipolemikan, saya pastikan Trans Banyumas tetap berjalan," katanya lagi.

Sejak April 2026, subsidi operasional moda transportasi ini ditanggung oleh APBD karena dana dari pemerintah pusat sudah tak mengalir.

Namun demikian, alokasi sebesar Rp 14,1 miliar yang dikucurkan Pemkab Banyumas cuma bisa mencukupi pembiayaan sampai akhir Agustus ini.

Berdasarkan laporan dari Dinas Perhubungan setempat, penutupan biaya operasional sampai penutupan tahun ini membutuhkan dana tambahan mencapai Rp 15 miliar.

Biaya yang dibutuhkan untuk pengoperasian armada ini berkisar Rp 3,3 miliar per bulan.

Saat ini Trans Banyumas melayani perjalanan di empat rute utama, meliputi Koridor 1, Koridor 2, Koridor 3A & 3B, serta Koridor 4.

Besaran tarif sekali jalan bagi pengguna umum dipatok Rp 3.900, sementara kelompok khusus seperti pelajar, mahasiswa, lansia, dan disabilitas mendapat tarif Rp 2.000.

Tags

Terkini