apa itu analisa saham

Apa Itu Analisa Saham: Jenis, Cara, dan Aplikasi Terbaiknya

Apa Itu Analisa Saham: Jenis, Cara, dan Aplikasi Terbaiknya
apa itu analisa saham

Apa itu analisa saham? Jika kamu tertarik untuk berinvestasi dengan saham sebagai pilihan utama, memahami analisa saham adalah langkah yang tidak bisa diabaikan.

Ini merupakan aspek dasar yang selalu dilakukan oleh investor sebelum mengambil keputusan untuk membeli suatu saham. 

Dengan analisa yang tepat, baik investor maupun trader bisa menentukan kapan waktu terbaik untuk membeli atau menjual saham.

Pada kesempatan kali ini, kami akan mengupas lebih dalam mengenai apa itu analisa saham serta berbagai jenisnya. Banyak orang di luar sana yang bercita-cita meraih kesuksesan, bahkan saat baru pertama kali terjun ke dunia investasi saham.

Dengan pemahaman yang baik mengenai ap aitu analisa saham, peluang untuk mengambil keputusan yang lebih tepat dalam berinvestasi akan semakin besar.

Apa Itu Analisa Saham?

Apa itu analisa saham? Pada dasarnya, analisa saham terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu fundamental dan teknikal. 

Keduanya memiliki fungsi yang berbeda, tetapi sama-sama bermanfaat dalam membantu investor mengambil keputusan yang tepat. 

Dengan memahami analisa ini, kamu akan memiliki wawasan yang cukup untuk menentukan strategi investasi, baik untuk jangka pendek maupun panjang. Sebelum itu, penting untuk memahami konsep analisa saham secara menyeluruh. 

Secara garis besar, analisa saham adalah proses menelaah dan mengevaluasi kinerja suatu perusahaan berdasarkan data historis serta faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi nilai sahamnya. 

Melalui analisa ini, calon investor bisa menilai apakah saham yang mereka incar memiliki potensi keuntungan atau justru sebaliknya.

Setelah memahami teknik yang benar, kamu dapat melakukan analisa saham harian secara lebih optimal. Oleh karena itu, pastikan kamu mempelajarinya dengan serius agar dapat membuat keputusan investasi yang lebih matang.

1. Analisa Saham Fundamental

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, terdapat dua jenis analisa saham, salah satunya adalah analisa saham fundamental. 

Sebagai informasi tambahan, minat masyarakat terhadap pasar modal mengalami peningkatan selama masa pandemi. Saham menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak diminati.

Namun, mengambil keputusan dalam berinvestasi tidak bisa dilakukan secara sembarangan. 

Dengan kata lain, kamu perlu memiliki dasar pemahaman yang cukup agar tidak terjebak dalam situasi yang kurang menguntungkan saat trading. Sudah memahami bagaimana cara melakukan analisa saham yang tepat?

Analisa saham fundamental merupakan metode yang digunakan untuk mengkaji berbagai aspek yang berkaitan dengan kondisi finansial suatu perusahaan. 

Tujuan utama dari analisa ini adalah memahami karakteristik operasional serta sifat dasar perusahaan publik agar investor dapat menilai potensi investasinya secara lebih objektif.

Bagi calon investor maupun trader, analisa ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai saham mana yang memiliki prospek menjanjikan. 

Oleh karena itu, perlu dipahami bahwa investasi saham bukan sekadar tentang memiliki dana untuk membeli saham tertentu, tetapi juga tentang strategi dalam memilih saham yang tepat.

Dalam analisa fundamental, terdapat dua pendekatan yang umum digunakan, yaitu:

a. Pendekatan Analisa Fundamental Top-down

Pendekatan top-down dalam analisa fundamental memungkinkan investor untuk melihat gambaran kinerja suatu perusahaan secara menyeluruh. 

Secara sederhana, jika perusahaan secara keseluruhan menunjukkan performa yang baik, maka komponen yang ada di dalamnya juga dapat dikatakan memiliki prospek yang positif. Ada empat faktor utama yang menjadi fokus dalam pendekatan ini, yaitu:

  • Kondisi ekonomi makro global
  • Kondisi ekonomi makro dalam negeri
  • Potensi pertumbuhan di sektor industri tertentu
  • Fundamental perusahaan

Agar dapat memperkirakan kinerja perusahaan di masa depan, keempat faktor di atas perlu dianalisis secara mendalam dan menunjukkan tren yang positif. Tertarik untuk melakukan analisa saham?

b. Pendekatan Analisa Fundamental Bottom-up

Pendekatan kedua adalah analisa fundamental bottom-up, yang merupakan kebalikan dari metode top-down. Dalam pendekatan ini, fokus utama adalah menilai aspek-aspek terperinci dari suatu perusahaan. 

Salah satu caranya adalah dengan menelaah laporan keuangan perusahaan secara mendalam. Bahkan, penting juga untuk memahami daya saing bisnis yang dijalankan oleh perusahaan tersebut.

Karena pendekatan bottom-up memerlukan kajian yang lebih mendetail, investor harus bersikap lebih teliti dan sabar dalam menganalisis berbagai aspek perusahaan. 

Proses ini mungkin akan membutuhkan lebih banyak waktu, tenaga, dan sumber daya, tetapi dengan analisa yang mendalam, investor dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai potensi investasi yang mereka pilih.

2. Analisa Saham Teknikal

Bagaimana sebenarnya analisa saham teknikal itu? Analisa ini dikenal sebagai metode yang dinamis, aplikatif, dan membutuhkan ketekunan dalam proses pembelajarannya.

Secara umum, terdapat dua pendekatan utama yang digunakan dalam analisa teknikal, yaitu metode klasik dan metode modern.

Sesuai dengan namanya, analisa teknikal berfokus pada pendekatan berbasis teknis dengan penggunaan dua metode tersebut. 

Metode klasik mengandalkan grafik harga saham untuk mengidentifikasi pola pergerakan, sementara metode modern memanfaatkan indikator berbasis algoritma atau perhitungan statistik guna menghasilkan gambaran tren harga yang lebih akurat.

Dengan menggunakan analisa teknikal, investor dapat mengamati kondisi pasar saat ini berdasarkan riwayat pergerakan harga di masa lalu. 

Selain itu, metode ini juga membantu dalam memprediksi kemungkinan tren harga saham di masa depan.

Analisa teknikal sangat bermanfaat bagi mereka yang ingin berinvestasi untuk jangka panjang. Investor bisa menentukan momentum terbaik untuk membeli saham berdasarkan pola pergerakan harga. 

Sementara itu, bagi trader, analisa teknikal menjadi alat utama dalam memilih saham-saham yang berpotensi memberikan keuntungan dalam jangka waktu yang lebih singkat.

Karena analisa ini lebih bersifat teknis dan memiliki pergerakan yang cepat, para trader cenderung lebih sering menggunakannya dalam aktivitas jual beli saham mereka.

Cara Analisa Saham Fundamental

1. Perhatikan Kinerja dan Kondisi Perusahaan

Dalam melakukan analisa fundamental, laporan keuangan menjadi elemen utama yang digunakan untuk menilai valuasi saham serta mengukur kinerja dan kondisi suatu perusahaan. 

Ketika memutuskan untuk membeli saham dari perusahaan tertentu, penting untuk memperhatikan bagaimana performa serta stabilitasnya dalam jangka panjang.

Bukan hanya sekadar menilai apakah kinerjanya saat ini baik atau tidak, tetapi juga mempertimbangkan apakah perusahaan tersebut mampu mempertahankan kinerjanya dalam jangka waktu yang panjang. 

Alih-alih hanya fokus pada saham yang berharga murah, lebih baik memilih perusahaan yang memberikan rasa aman dan potensi pertumbuhan selama 20 hingga 30 tahun ke depan, bahkan mungkin untuk seumur hidup.

Meski begitu, keputusan akhirnya tetap kembali pada tujuan dan strategi investasi yang kamu inginkan.

2. Tetapkan Acuan Harga Wajar Saham

Selain memilih perusahaan yang memiliki fundamental kuat, tujuan lain dalam membeli saham adalah mendapatkan harga yang ideal. Investor yang cerdas cenderung mencari saham yang diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya.

Untuk itu, diperlukan acuan harga wajar agar kamu bisa menentukan apakah suatu saham tergolong murah, mahal, atau berada pada level yang seimbang. 

Dengan adanya acuan tersebut, keputusan investasi menjadi lebih terarah dan tidak dilakukan secara impulsif. Apakah kamu sudah menentukan acuan harga untuk saham yang ingin dibeli?

Agar tetap objektif dalam menentukan harga saham, kamu bisa menggunakan metode relative valuation dan intrinsic valuation. 

Bagi pemula, metode relative valuation lebih mudah dipahami, karena membandingkan nilai saham suatu perusahaan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama.

Indikator yang biasa digunakan dalam metode ini adalah price to book ratio (rasio harga terhadap nilai buku perusahaan) dan price to earnings ratio (rasio harga terhadap laba bersih per saham).

3. Monitor dan Evaluasi Saham Secara Rutin

Investasi saham bukan hanya tentang membeli saat harga rendah dan menjual saat harga tinggi. Tanpa pemantauan yang rutin, sulit untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk menjual saham yang dimiliki.

Oleh karena itu, melakukan monitoring serta evaluasi secara berkala menjadi langkah penting agar kamu bisa mengambil keputusan yang tepat. 

Meskipun terdengar cukup menyita waktu, kebiasaan ini bisa meningkatkan peluang untuk memperoleh keuntungan dari investasi yang sedang dijalankan. 

Jika merasa kesulitan dalam melakukan analisa sendiri, kamu bisa mempertimbangkan untuk menggunakan jasa profesional. Namun, tentu saja, perlu menyiapkan biaya tambahan jika ingin menggunakan layanan tersebut.

Cara Analisa Saham Teknikal

Ketika membahas analisa saham teknikal, kamu mungkin penasaran dengan analisa saham Telkom atau saham lainnya. Namun, sebelum membahas saham tertentu, penting untuk memahami dasar-dasar analisa teknikal terlebih dahulu.

Analisa ini bertujuan untuk menentukan waktu terbaik dalam membeli atau menjual saham. Selain itu, analisa teknikal juga digunakan untuk mengidentifikasi entry point, exit point, serta tren harga saham.

1. Relative Strength Index (RSI)

Pernah mendengar istilah Relative Strength Index? RSI merupakan salah satu indikator dalam analisa teknikal yang digunakan untuk mengukur volatilitas harga suatu aset.

Dengan indikator ini, kamu bisa menilai apakah suatu aset berada dalam kondisi jenuh beli (overbought) atau jenuh jual (oversold).

Jika nilai RSI berada di atas 70, itu menandakan kondisi pasar sedang mengalami jenuh beli. Sebaliknya, jika RSI berada di bawah 30, berarti pasar sedang dalam kondisi jenuh jual. 

RSI ditampilkan dalam bentuk grafik yang bergerak antara dua titik ekstrem dengan nilai berkisar antara 0 hingga 100. 

Indikator ini pertama kali diperkenalkan oleh J. Welles Wilder Jr. dalam bukunya New Concepts in Technical Trading System pada tahun 1978.

Biasanya, RSI diukur dalam periode 14 hari untuk grafik harian atau 14 jam untuk grafik per jam. Indikator ini sangat populer di kalangan trader dan analis teknikal karena dapat membantu mereka mengambil keputusan berdasarkan tren pergerakan harga.

2. Moving Average Convergence/Divergence (MACD)

Indikator teknikal lainnya adalah Moving Average Convergence/Divergence atau MACD. Indikator ini digunakan untuk menganalisis hubungan antara dua moving average dalam pergerakan harga aset.

MACD dikenal karena fleksibilitasnya dan kemudahan penggunaannya, sehingga banyak trader di berbagai pasar seperti saham, komoditas, forex, dan obligasi menggunakannya. Selain sebagai alat analisis tren, MACD juga berfungsi sebagai indikator momentum.

a. Crossover pada MACD

Crossover adalah salah satu metode untuk membaca tren MACD dengan membandingkan garis MACD terhadap garis sinyalnya. 

Jika garis MACD bergerak di bawah garis sinyal, maka kondisi pasar dianggap bearish, dan trader mungkin perlu menjual aset mereka. 

Sebaliknya, jika garis MACD melintasi garis sinyal dari bawah ke atas, pasar dianggap bullish, yang berarti bisa menjadi momen tepat untuk membeli aset.

b. Divergence pada MACD

Divergence adalah kondisi di mana pergerakan garis MACD tidak sejalan dengan pergerakan harga aset. 

Jika dua titik terendah pada garis MACD sejajar dengan dua titik terendah harga aset, maka kondisi ini disebut bullish divergence, yang bisa menjadi sinyal adanya kenaikan harga.

Sebaliknya, jika garis MACD membentuk titik tertinggi sementara harga aset membentuk titik tertinggi yang lebih rendah, ini dikenal sebagai bearish divergence, yang bisa mengindikasikan potensi penurunan harga.

3. Oscillator dalam Analisa Teknikal

Secara umum, indikator dalam analisa teknikal dibagi menjadi dua kategori utama: overlays dan oscillators.

Contoh dari indikator overlays adalah Moving Average (MA) dan Bollinger Bands (BB).

Contoh indikator oscillators adalah MACD dan RSI.

Oscillator adalah alat analisis teknikal yang bekerja dengan membentuk batas atas dan bawah pada grafik pergerakan harga. 

Indikator ini membantu trader mengidentifikasi kondisi overbought dan oversold dalam jangka pendek, sehingga bisa menjadi sinyal untuk masuk atau keluar dari pasar.

4. Bollinger Bands

Bollinger Bands adalah salah satu indikator yang sering digunakan dalam trading. Indikator ini berfungsi untuk menunjukkan batas relatif pergerakan harga dalam bentuk garis yang mengelilingi struktur harga saham.

Bollinger Bands terdiri dari tiga garis utama yang selalu mengikuti pergerakan harga:

  • Upper Band (garis atas)
  • Middle Band (garis tengah)
  • Lower Band (garis bawah)

Indikator ini banyak digunakan oleh trader untuk menganalisis volatilitas harga dan menentukan titik masuk serta keluar dalam trading. 

Dengan memahami Bollinger Bands, trader bisa lebih mudah mengidentifikasi tren harga dan membuat keputusan investasi yang lebih baik.

Aplikasi Analisa Saham Terbaik

1. Data Saham Indonesia

Bagi yang mencari aplikasi dengan tampilan antarmuka yang user-friendly, Data Saham Indonesia bisa menjadi pilihan. Aplikasi ini memungkinkan kamu melihat pergerakan saham secara detail. 

Meskipun gratis, aplikasi ini menawarkan fitur lengkap, termasuk transaksi saham virtual. Fitur-fiturnya meliputi:

  • Data akumulasi dari berbagai broker terkemuka
  • Informasi harga saham secara real-time
  • Indikator teknikal untuk analisa saham
  • Data fundamental saham yang terus diperbarui
  • Perhitungan fee broker serta estimasi keuntungan dan kerugian

2. Stockbit – Stock Investing for Millennials

Stockbit merupakan salah satu aplikasi saham paling populer di kalangan investor muda. Aplikasi ini memungkinkan kamu untuk memantau saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) secara online. 

Dengan fitur komunitas, kamu juga bisa berdiskusi dengan investor lain. Beberapa fitur utama Stockbit adalah:

  • Transaksi saham yang terhubung dengan Sinarmas Sekuritas
  • Forum diskusi online dengan investor lain
  • Tutorial dan panduan belajar saham untuk pemula
  • Indikator teknikal yang lengkap
  • Data harga saham real-time dengan tampilan profesional

3. RTI Business

Jika kamu ingin belajar investasi dan trading saham, RTI Business bisa menjadi aplikasi yang cocok. Aplikasi ini menawarkan simulasi transaksi dengan skema uang virtual, sehingga pemula bisa berlatih tanpa risiko. Beberapa fitur unggulannya antara lain:

  • Data saham Bursa Efek Indonesia secara lengkap
  • Simulasi jual beli saham dengan uang virtual
  • Informasi fundamental saham yang selalu diperbarui
  • Indikator teknikal untuk analisa saham
  • Berita keuangan yang dapat disesuaikan dengan preferensi pengguna

4. OlympTrade

OlympTrade adalah aplikasi trading yang sudah banyak dikenal, terutama karena sering muncul dalam iklan di berbagai platform digital.

Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi saham global dengan mudah. Beberapa fitur menarik yang ditawarkan adalah:

  • Pemantauan pergerakan saham dunia secara real-time
  • Kemudahan dalam transaksi jual beli saham
  • Opsi deposit dan withdraw yang didukung oleh bank lokal
  • Berita dan informasi terkini seputar saham
  • Akun demo dengan uang virtual untuk latihan trading bagi pemula

5. MSN Money – Stock Quotes & News

MSN Money merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Microsoft dan menyediakan informasi akurat mengenai pasar saham. Aplikasi ini cocok bagi mereka yang ingin mendapatkan berita keuangan dari sumber terpercaya. Fitur utamanya mencakup:

  • Berita keuangan dan bisnis global yang akurat
  • Personalisasi berita berdasarkan kebutuhan pengguna
  • Data saham yang diperbarui secara real-time
  • Alat bantu keuangan dengan pengaturan yang mudah

6. Investing.com: Stocks, Finance, Markets & News

Bagi trader yang membutuhkan informasi pasar secara luas, aplikasi dari Investing.com ini bisa menjadi pilihan. Data saham yang disediakan tidak hanya mencakup BEI, tetapi juga pasar saham global. Beberapa fitur unggulan aplikasi ini meliputi:

  • Data saham global yang diperbarui secara real-time
  • Kalender ekonomi yang dilengkapi dengan informasi penting
  • Notifikasi terkait pergerakan harga saham
  • Berita dan analisa pasar saham dunia
  • Informasi lengkap tentang aset kripto dan mata uang digital

7. TradingView

TradingView adalah aplikasi yang sering digunakan oleh para trader untuk melakukan analisa teknikal. Aplikasi ini menawarkan berbagai indikator teknikal yang membantu dalam memprediksi pergerakan harga saham. Berikut beberapa fitur yang ditawarkan:

  • Sinkronisasi akun di berbagai perangkat
  • Data grafik saham secara real-time
  • Dukungan untuk mata uang digital atau cryptocurrency

Sebagai penutup, dengan memahami apa itu analisa saham, kamu bisa mengambil keputusan investasi yang lebih cerdas dan terarah sesuai dengan strategi yang telah disusun.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index