JAKARTA - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengabarkan bakal ada 10.670 hunian yang didirikan bersama pihak swasta melalui Corporate Social Responsibility (CSR).
Sejak awal tahun sampai sekarang telah ada 5.014 unit rumah yang berdiri.
Titik pembangunan hunian tersebut berlokasi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, sampai Maluku.
Penerima bantuan paling dominan dari agenda CSR ini bertempat di Jawa Tengah sebanyak 2.208 unit rumah, Jawa Barat 692 rumah, dan Sumatera Utara 628 rumah.
Wujudnya ada yang berupa hunian bantuan musibah, yakni hunian tetap (huntap), seperti yang berlokasi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Terdapat juga berupa rumah susun (rusun), serta perbaikan tempat tinggal yang tidak layak huni menjadi layak huni.
Sejumlah korporasi swasta yang ikut serta dalam program CSR ini, antara lain dari sumbernya yang memperbaiki rumah di Banyumas dan mendirikan huntap bagi korban musibah Sumatera, dari sumbernya merenovasi rumah di Kudus, sampai dari sumbernya yang membenahi tempat tinggal di Garut dan Menteng.
Kementerian PKP pun menyampaikan bahwasanya agenda CSR ini juga telah bergulir sejak 2025.
Jumlah tempat tinggal yang berhasil diperbaiki serta didirikan yaitu 9.701 unit rampung terdiri dari 1.149 rumah baru dan 8.552 rumah perbaikan.
Membentang dari Aceh sampai Papua Tengah.
"Total CSR Nasional Tahun Anggaran 2025 per 31 Desember 2025: 9.701 rumah," tulis keterangan, dikutip pada Rabu (2/9/2026).