Pemisahan Anggaran MBG dan Pendidikan Direalisasikan Mulai Tahun 2028

Pemisahan Anggaran MBG dan Pendidikan Direalisasikan Mulai Tahun 2028
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (FOTO: NET)

JAKARTA - Alokasi anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) dan dana pendidikan ditetapkan untuk dipisahkan mulai tahun 2028.

Keputusan tersebut merupakan vonis dari Mahkamah Konstitusi.

dari sumbernya menyatakan pihak eksekutif memberikan perhatian serius terhadap ketetapan MK tersebut dan siap melakukan penyesuaian sesuai keputusan.

Hanya saja untuk tahun 2027, ia berpandangan tampaknya pemisahan anggaran MBG belum dapat diterapkan lantaran postur APBN telah rampung dirancang sebelum vonis MK dibacakan.

Kepala Negara bakal memaparkan rancangan APBN tahun depan yang telah disetujui DPR pada Sidang Nota Keuangan 2027 pada 14 Agustus 2026 mendatang.

"Yang pertama kan kalau kalau pertanyaannya kaitannya dengan putusan MK, di situ kan juga amar putusannya kan memberikan tenggat waktu ya. Nah, karena juga secara teknis penyusunan nota keuangan atau APBN 2027 itu kan juga sudah disusun sebelum amar putusan MK dikeluarkan gitu," ungkap dari sumbernya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2026).

"Tapi bahwa itu menjadi concern, itu iya. Yang salah satunya adalah kemudian kami kembali satu per satu kami review," katanya.

Ia mengimbuhkan bahwa pemerintah bakal terus mengevaluasi anggaran pendidikan guna menjamin alokasi wajib sebesar 20 persen dapat terus direalisasikan.

"Kami review yang berkenaan dengan masalah anggaran pendidikan itu untuk memastikan bahwa mandatori 20% sesuai dengan amanat undang-undang itu dapat kami jalani," lanjut dari sumbernya.

dari sumbernya juga menyebutkan bahwa pemerintah telah mendistribusikan dana pendidikan ke dalam beragam bentuk, salah satunya melalui program perbaikan dan pemugaran sarana sekolah.

Sepanjang tahun ini, target perbaikan sekolah dinaikkan secara signifikan dari semula belasan ribu unit menjadi puluhan ribu unit.

"Contoh misalnya kalau untuk tahun ini yang tadinya dialokasikan untuk memperbaiki kurang lebih 17.000 sekolah, itu kemudian atas petunjuk dari Bapak Presiden karena berdasar laporan dan data, maka pemerintah memutuskan untuk menambah, ya menambah kurang lebih 60.000 titik sekolah yang diperbaiki atau yang direnovasi untuk di tahun 2026," papar dari sumbernya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index