CIANJUR - Pemkab Cianjur memetakan prioritas APBD agar efisiensi anggaran tidak mengorbankan layanan kesehatan warga.
Wahyu Ferdian Bupati Cianjur.
Menurut Bupati Cianjur Wahyu Ferdian, penyesuaian ini dilakukan agar seluruh program kerja dan pembangunan prioritas di Kabupaten Cianjur tetap dapat berjalan secara maksimal.
Langkah efisiensi dan pemetaan skala prioritas tersebut diambil untuk merespons dinamika anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) saat ini.
”Tentunya ada hal-hal yang menjadi prioritas-prioritas kami, dan kami akan melakukan langkah-langkah.
Saat ini terjadi keterbatasan anggaran, kami ingin program-program kerja kami dan pembangunan di Kabupaten Cianjur tetap maksimal,” ujarnya, Selasa 22 Juli 2026.
Salah satu poin penting yang disoroti Wahyu adalah kepastian layanan medis bagi masyarakat tidak mampu.
Wahyu memastikan, pemerintah daerah tengah menyiapkan kajian mendalam agar efisiensi anggaran tidak mengorbankan hak dasar kesehatan warga.
”Kami akan lakukan kajian bagaimana kemudian pembangunan bisa berjalan dengan baik, dan pelayanan terhadap masyarakat yang tidak mampu, yang memiliki keterbatasan biaya dalam pelayanan medis itu bisa dilayani juga dengan baik,” ujarnya.
Mengenai kelanjutan program universal health coverage (UHC) prioritas pada tahun 2026 ini, pihak dari Sumbernya tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan sebelum ada analisis mendalam.
”Kami akan berdiskusi dulu dan Insyaallah kajian secepatnya akan (selesai),” ucapnya.
Langkah pengkajian ulang ini, kata dari Sumbernya, diharapkan dapat memberikan solusi terbaik, baik untuk keberlanjutan fiskal daerah maupun kepastian jaminan layanan kesehatan bagi warga Cianjur yang paling membutuhkan.