Efisiensi Subsidi KUR, Pemerintah Kaji PNM di Bawah Kemenkeu

Efisiensi Subsidi KUR, Pemerintah Kaji PNM di Bawah Kemenkeu
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyalami Presiden RI Prabowo Subianto.

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan adanya rencana pemerintah untuk meninjau pengalihan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) agar berada di bawah kendali langsung Kementerian Keuangan. Langkah strategis ini diambil sebagai pertimbangan untuk memperkokoh distribusi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan bagi sektor UMKM.

Purbaya menyebutkan bahwa opsi tersebut telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto. Namun, sampai saat ini keputusan resmi mengenai pemisahan PNM dari induk usahanya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, masih belum ditetapkan.

Walau demikian, kepala negara sudah memberikan lampu hijau untuk meneruskan analisis mengenai efektivitas dari wacana tersebut.

“Saya sudah lapor juga ke Pak Presiden, tetapi belum diputuskan. Dia bilang ya hitung saja, kalau bagus kenapa tidak,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Saat ini, pemerintah sedang mengalkulasi dampak finansial dan efektivitas dari kebijakan tersebut lewat kajian komprehensif bersama Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia.

“Kami terus menghitung bersama Pak Rosan mengenai langkah yang terbaik bagi negara, bagi penyaluran KUR dan kredit UMKM,” tambahnya.

Dalam pandangan Purbaya, PNM mempunyai kemampuan yang sangat baik dalam memberikan pendampingan bagi pelaku usaha mikro.

Apabila ditetapkan sebagai special mission vehicle (SMV) di bawah Kemenkeu, PNM diprediksi akan menjadi alat khusus guna memperlebar akses permodalan bagi UMKM yang selama ini belum tersentuh oleh layanan perbankan.

Di samping perluasan jangkauan, aspek efisiensi anggaran juga menjadi poin pertimbangan yang krusial. Pemerintah mencatat bahwa beban subsidi bunga KUR menyentuh angka Rp 40 triliun tiap tahunnya.

Dengan memposisikan PNM sebagai penyalur utama, pemerintah merasa yakin penggunaan subsidi bunga tersebut bakal jauh lebih tepat sasaran.

“Sekarang saya bayar subsidi bunga KUR sekitar Rp 40 triliun setiap tahun. Kalau disalurkan melalui PNM dan bunganya rendah tapi dananya tidak hilang, itu bisa lebih efektif,” kata Purbaya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index