Pertumbuhan CASA BCA Mencapai 10,2 Persen, Beban Biaya Dana Stabil

Pertumbuhan CASA BCA Mencapai 10,2 Persen, Beban Biaya Dana Stabil
Ilusrasi Menara BCA (FOTO: NET)

JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) senantiasa mempertahankan efisiensi biaya dana atau cost of fund di tengah pergerakan suku bunga serta dinamika likuiditas sektor keuangan.

Bank ini memprioritaskan keunggulan operasional transaksi demi memelihara postur pendanaan agar selalu kokoh.

Dari sumbernya menjelaskan, perihal penetapan tingkat bunga, BCA selalu cermat memperhatikan aneka tolok ukur, mencakup bunga acuan hingga dinamika pasar.

"Pada prinsipnya, dalam menentukan suku bunga kami konsisten mencermati perkembangan suku bunga acuan, parameter makroekonomi lainnya, potensi risiko, kondisi likuiditas sektor perbankan dan pasar yang dipengaruhi faktor permintaan dan penawaran," ujar dari sumbernya kepada kontan.co.id, Senin (7/9).

Dari sumbernya memaparkan, beban biaya dana BCA hingga saat ini berada pada tingkatan terkendali berkat kekuatan ekosistem perbankan transaksi milik entitas ini.

Capaian ini dibuktikan oleh kenaikan dana murah atau current account and savings account (CASA) yang konsisten naik.

Hingga kurun Juni 2026, saldo giro beserta tabungan BCA terakselerasi 10,2% secara tahunan (YoY) menyentuh Rp1.082 triliun.

Di sisi lain, jumlah dana pihak ketiga (DPK) BCA sampai periode Juni 2026 membukukan angka Rp1.284 triliun, naik 7,9% YoY.

Laju peningkatan CASA yang melampaui pertumbuhan total DPK ikut memperkuat proporsi modal pendanaan BCA.

Pihak perusahaan juga bertekad mempertahankan komposisi pembiayaan yang stabil melalui penyediaan bermacam instrumen serta fasilitas sesuai kehendak publik.

Dari sumbernya melengkapi, langkah strategis ini merupakan pilar dari ikhtiar BCA merawat pendanaan sekaligus menjaga stabilitas biaya dana di tengah dinamika situasi ekonomi beserta pasar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index