Kemenkeu Menyebutkan Tarif Pajak di Indonesia Tergolong Sangat Rendah

Kemenkeu Menyebutkan Tarif Pajak di Indonesia Tergolong Sangat Rendah
Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Herman Saheruddin (FOTO: NET)

JAKARTA -Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan bahwa beban pajak di Indonesia terbilang lebih terjangkau jika disandingkan dengan negara-negara besar di kawasan Eropa.

Hal itu dapat terjadi lantaran pengeluaran belanja negara tidak sepenuhnya ditanggung dari hasil penerimaan pungutan perpajakan.

Pihak Kemenkeu dari sumbernya bahkan menyampaikan bahwa nilai pajak di dalam negeri jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan Belanda.

"Indonesia itu pajaknya tinggi atau rendah? Nah, kalau teman-teman nanti sekolah lanjut, sekolah S2 misalnya di luar negeri ya, kayak di Belanda, pajaknya itu jauh lebih tinggi daripada di Indonesia. Jadi, Indonesia ini termasuk salah satu negara yang pajaknya terjangkau," ungkap pejabat tersebut dalam acara Lampung Financial Festival, Minggu (6/9/2026).

Ia menjelaskan, tarif pajak di Indonesia relatif lebih murah disebabkan pemerintah mendiversifikasi sumber pendapatan untuk pengeluaran belanja negara.

Alokasi dana tersebut dimanfaatkan bagi pembangunan sarana infrastruktur sampai pembayaran gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Salah satu bentuk penerimaan guna membiayai pengeluaran belanja negara yakni melalui penerbitan instrumen investasi surat berharga negara (SBN).

Produk investasi ini tidak cuma dipasarkan pada pasar dalam negeri, melainkan juga menyasar ranah mancanegara.

"Jadi sebenarnya SBN itu ada untuk membantu negara melakukan pembangunan. Jadi tidak selalu mengandalkan pajak, tapi dari SBN," ungkapnya.

Ia melengkapi, SBN merupakan sarana penanaman modal yang terhitung aman layaknya logam mulia dengan tingkat imbal hasil mencapai 7%.

Aktivitas investasi pada produk SBN ini pun dapat diakses serta dilakukan via aplikasi perbankan digital.

"Jadi, kapan waktunya tempat investasi? Ya, sekarang. Kalau kami sudah punya pendapatan yang positif, langsung sisihkan minimal untuk tabungan," pungkasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index