JAKARTA - Entitas anak PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Digital BCA (Blu) meraup laba bersih sebesar Rp129,59 miliar, naik 53,13% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan rentang yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp84,62 miliar.
Berdasarkan laporan finansial yang terbit, capaian keuntungan dalam kurun waktu ini didorong oleh perolehan bunga bersih yang melonjak 10,92% (YoY) menjadi Rp704,50 miliar.
Penerimaan biaya jasa beserta penghasilan non-utama ikut menopang raihan positif.
Hingga paruh awal 2026, BCA Digital mencatat kenaikan hasil komisi 25,74% (YoY) dari masa setara tahun sebelumnya Rp47,35 miliar menjadi Rp59,54 miliar.
Pendapatan non-utama juga memperlihatkan penguatan sebesar 25,28% (YoY) menjadi Rp42,90 miliar.
Pada semester I/2025, perusahaan merekam pendapatan non-utama sebesar Rp34,24 miliar.
Di sisi lain, beban operasional selain bunga naik sedikit sebesar 1,93% (YoY) menjadi Rp538,78 miliar dari periode setara tahun sebelumnya Rp528,58 miliar.
Elemen pengeluaran operasional nonbunga yang meningkat di antaranya alokasi SDM dan beban pendukung yang masing-masing naik 12,35% dan 19,48% (YoY) menjadi Rp104,22 miliar dan Rp253,29 miliar.
Sementara itu, Bank Digital BCA mencatatkan keuntungan operasional senilai Rp165,71 miliar, naik 55,52% (YoY) dibanding periode setara tahun lalu Rp106,55 miliar.
Sebaliknya, perseroan menderita kerugian nonoperasional Rp444,00 juta, setelah pada semester I/2025 mencatat kerugian Rp1,94 miliar.
Ditinjau dari peranan intermediasi, total pembiayaan yang disalurkan dari sumbernya mencapai Rp8,99 triliun, tumbuh 3,31% (YoY) dari masa yang sama tahun lalu Rp8,70 triliun.
Jumlah kekayaan perseroan naik 16,90% (YoY) menjadi Rp20,81 triliun sampai Juni 2026.
Penyaluran pembiayaan pada rentang ini turut dipacu oleh simpanan masyarakat yang berhasil dikumpulkan oleh perusahaan.
Sampai Juni 2026, total dana pihak ketiga (DPK) Bank Digital BCA mencapai Rp15,78 triliun, naik 20,20% (YoY) dari kurun waktu serupa tahun sebelumnya Rp13,12 triliun.
Pengumpulan DPK pada masa ini didominasi oleh simpanan giro yang tumbuh drastis sebesar 348,74% (YoY) dari Rp42,76 miliar pada Juni 2025 menjadi Rp191,88 miliar pada Juni 2026.
Melihat tolok ukur keuangan, rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) BCA Digital menyusut dari tahun sebelumnya 37,78% menjadi 34,45% pada semester awal 2026.
Mengenai mutu pinjaman, NPL gross berada di angka 0,94% dari kurun waktu sama tahun lalu 0,95% dan NPL net 0,15% dari 0,22%.
Sementara itu, marjin bunga bersih (net interest margin/NIM) menyusut menjadi 7,05% dari periode sama tahun lalu 7,47%, serta beban operasional terhadap pendapatan operasional berkurang dari 88,29% pada semester I/2025 menjadi 83,94% pada semester I/2026.