Stabilitas Ekonomi Menjadi Kunci Menjaga Investasi Dan Pertumbuhan

Stabilitas Ekonomi Menjadi Kunci Menjaga Investasi Dan Pertumbuhan
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta (kanan) dan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mewakili Indonesia di ajang pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 (G20 Finance Ministers and Central Bank Governors Meeti

JAKARTA - Kestabilan ekonomi beserta kepastian arah kebijakan menjadi fondasi utama demi mempertahankan arus investasi, membuka lapangan kerja baru, dan mengokohkan pertumbuhan dunia usaha di tengah kian maraknya ketidakpastian global.

Hal tersebut menjadi salah satu poin krusial pada forum pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 (G20 FMCBG) yang diselenggarakan di Amerika Serikat (AS) pada 31 Agustus hingga 1 September 2026.

Perwakilan delegasi Indonesia dalam forum tingkat tinggi tersebut dipimpin oleh sosok dari sumbernya.

“Pertemuan ini membahas upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi global melalui peningkatan produktivitas, investasi dan inovasi,” ujar dari sumbernya dalam keterangan resmi BI, Kamis (3/9/2026).

Penjelasan dari sumbernya memaparkan, guna merespons ketidakstabilan global, kebijakan moneter harus konsisten diarahkan untuk memelihara stabilitas, sekaligus adaptif terhadap pergeseran struktur ekonomi maupun keuangan dunia.

Langkah strategis itu ditempuh dengan mengawal ekspektasi inflasi agar tetap terkendali lewat penilaian menyeluruh dan berorientasi ke depan.

Kerangka tata kelola moneter pun dituntut terus menyesuaikan diri seiring kian eratnya integrasi finansial dunia dan pesatnya era digitalisasi.

“Kondisi itu semakin memperkuat pentingnya bauran kebijakan melalui sinergi kebijakan moneter, stabilisasi nilai tukar, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran,” jelas dari sumbernya.

Ditambahkan dari sumbernya, penyampaian komunikasi kebijakan secara terang, konsisten, serta kredibel perlu makin diperkuat demi menjaga optimisme pelaku bisnis sekaligus mendongkrak efektivitas transmisi moneter.

Dalam forum tersebut, jajaran G20 menilai bahwa perekonomian dunia masih memperlihatkan daya tahan berkat topangan kebijakan yang sukses menjaga stabilitas makroekonomi dan memicu pertumbuhan.

Kendati demikian, serangkaian potensi risiko tetap wajib diwaspadai, mulai dari eskalasi geopolitik, ketidakpastian iklim dagang serta pasokan energi, tekanan laju inflasi, tingginya beban utang, sampai volatilitas di pasar keuangan.

Pernyataan dari sumbernya menyebutkan, demi memelihara ritme pertumbuhan, G20 mendorong hadirnya sinergi terukur antara kebijakan moneter dan fiskal, penataan reformasi struktural, akselerasi investasi dan inovasi, hingga diversifikasi rantai pasok.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index