Penolakan Utang IMF Dinilai Tak Realistis Saat Pajak Belum Optimal

Penolakan Utang IMF Dinilai Tak Realistis Saat Pajak Belum Optimal
Presiden RI Prabowo Subianto (FOTO: NET)

JAKARTA - Kepala negara mengambil keputusan tegas untuk menolak tawaran pinjaman dana dari International Monetary Fund (IMF) lantaran meyakini bahwa kondisi ekonomi nasional tetap tangguh tanpa perlu menyerap pinjaman tersebut.

Kendati demikian, sejumlah pakar ekonomi menilai langkah penolakan tersebut tergolong kurang realistis apabila melihat realitas pendapatan negara di sektor pajak yang dianggap belum mencukupi untuk membiayai seluruh kebutuhan proyek pembangunan infrastruktur di tingkat nasional.

Oleh karena itu, pihak pemerintah diimbau agar segera merancang skema serta sumber pendanaan cadangan yang lain guna menutup kebutuhan anggaran tersebut.

Di samping itu, jajaran pengambil kebijakan juga diminta untuk selalu mengedepankan asas kehati-hatian dalam mengelola dan menjaga stabilitas sektor perbankan di dalam negeri.

"Penyaluran kredit bersubsidi (KUR dan sejenisnya) kepada UMKM harus tetap dilanjutkan agar UMKM menikmati kredit subsidi," ucapnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index