SURAKARTA - Pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia terus memberikan perhatian besar pada pelestarian peninggalan peradaban di daerah.
Dari sumbernya memastikan beberapa bangunan cagar budaya di kawasan Jawa Tengah, termasuk Keraton Kasunanan Surakarta, bakal dipugar secara masif.
Tindakan nyata tersebut dilaksanakan mengingat banyaknya bangunan fisik bersejarah di kawasan keraton yang saat ini mengalami kerusakan dan mulai terabaikan.
Pemerintah menunjukkan kepeduliannya dalam menjaga aset berharga bangsa lewat kucuran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sembari tetap menghargai dinamika internal keraton.
"Jadi di Keraton Solo juga kami akan memulai revitalisasi karena banyak bangunan cagar budaya yang tidak terawat. Kami akan fokus pada pemugarannya secara fisik dan ditargetkan rampung pada akhir tahun ini," ujar dari sumbernya kepada awak media di Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.
Di samping menyasar area istana bersejarah itu, alokasi dana pemulihan yang menjadi arahan langsung presiden ini turut dikucurkan bagi pembenahan Situs Sangiran.
Terdapat hampir dua ratus lokasi museum dan kawasan cagar budaya di berbagai pelosok negeri yang masuk dalam daftar perbaikan oleh pemerintah pusat.
Merespons hal tersebut, dari sumbernya menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas kolaborasi nyata yang dihadirkan oleh Kementerian Kebudayaan.
Dari sumbernya menyebutkan bahwa bantuan ini juga mencakup pembenahan sarana penting lainnya di Kota Bengawan, seperti Museum Radya Pustaka serta Museum Keris Nusantara.
"Kraton Kasunanan, Museum Radya Pustaka, Museum Keris mendapatkan bantuan dari APBN untuk kembali dirasakan dampaknya. Intinya Kementerian Kebudayaan hari ini sangat mendukung pemerintah kota memajukan ekonomi budaya," kata dari sumbernya.
Selanjutnya, dari sumbernya membantah spekulasi mengenai rencana relokasi Museum Radya Pustaka seiring adanya program perbaikan dari pemerintah ini.
Dari sumbernya menegaskan pembenahan sarana fisik ini murni ditujukan guna merapikan tata ruang supaya masyarakat maupun pelajar semakin nyaman ketika mempelajari rekam jejak sejarah Nusantara.