MEDIAKEUANGAN.ID — Jakarta — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) secara eksplisit mendukung penguatan industri modal ventura nasional. Dukungan ini disampaikan Ketua Umum PWI Akhmad Munir dalam Talkshow Jurnalistik bertema "Saatnya Perkuat Modal Ventura" yang digelar di Kantor PWI Pusat, Jakarta, Rabu (19/8/2026). Menurutnya, industri ini tidak sekadar menjadi sumber dana segar bagi perusahaan rintisan, melainkan fondasi bagi ekosistem bisnis yang berkualitas.
Modal Ventura Lebih dari Sekadar Suntikan Dana
Akhmad Munir menegaskan peran modal ventura jauh melampaui fungsi pembiayaan. Ia menyebut industri ini berperan strategis dalam membangun tata kelola perusahaan rintisan (startup) dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia. Kehadiran modal ventura dinilai mampu menciptakan lapangan kerja baru serta mempercepat adopsi inovasi di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Industri modal ventura memiliki peran strategis dalam memperkuat rintisan UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (19/8/2026).
Kendala Eksistensi dan Perlunya Dukungan Regulator
Meski potensinya besar, Akhmad menyoroti persoalan klasik yang kerap dihadapi startup lokal: eksistensi dan keberlanjutan permodalan. Banyak perusahaan rintisan yang gagal berkembang bukan karena produknya buruk, tetapi karena kehabisan dana di tengah jalan. Ia menilai kolaborasi antara regulator, pelaku industri, dan asosiasi menjadi prasyarat untuk mengatasi persoalan ini.
OJK sebagai regulator diminta mengambil peran lebih aktif dalam mendukung Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo). Dukungan tersebut tidak hanya berupa regulasi yang longgar, tetapi juga penguatan jaringan usaha dan pendampingan berkelanjutan bagi perusahaan pasangan usaha (PPU).
"Banyak startup kita, kendalanya sering kali terhadap eksistensi permodalan. Perlu support dari OJK," kata Akhmad Munir.
Dampak bagi Startup dan UMKM Indonesia
Penguatan ekosistem ini diharapkan menjawab kebutuhan pembiayaan UMKM yang selama ini menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah. Dengan adanya modal ventura yang sehat, startup tidak hanya mendapatkan uang, tetapi juga akses ke jaringan bisnis dan pendampingan manajemen. Hal ini sejalan dengan target pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Talkshow yang digelar PWI ini menjadi sinyal bahwa diskursus penguatan modal ventura tidak hanya menjadi perbincangan di kalangan pelaku industri keuangan, tetapi juga mulai mendapat perhatian dari organisasi profesi dan publik luas.