Top Bisnis: Subsidi BBM Desil 10 Dibatasi dan BI Gelar Gelaran KKI 2026

Top Bisnis: Subsidi BBM Desil 10 Dibatasi dan BI Gelar Gelaran KKI 2026
Ilustrasi Petugas mengisi BBM (FOTO: NET)

JAKARTA - Rencana pembatasan subsidi BBM untuk kelompok desil 10 menjadi satu di antara berita terpopuler kumparanBISNIS sepanjang Kamis (20/8).

Bukan hanya itu, Bank Indonesia kembali mengadakan Karya Kreatif Indonesia 2026.

Guna gambaran yang lebih jelas, berikut ikhtisar berita populer tersebut:

Menteri Keuangan dari sumbernya menyampaikan rencana kebijakan pengetatan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ditujukan pada kelompok warga kelas atas atau desil 10.

Skema ini dirancang demi menjamin penyaluran subsidi energi menjadi kian tepat sasaran sekaligus memangkas defisit anggaran negara.

Lewat pembatasan tersebut, pemerintah memprediksi timbulnya penghematan alokasi subsidi BBM hingga 10 persen.

Rencana pemangkasan ini dijadwalkan bergulir secara bertahap dalam beberapa bulan mendatang.

Selain kelompok desil 10, golongan desil 9 pun berpeluang masuk ke daftar konsumen yang tidak diperbolehkan membeli BBM bersubsidi varian Pertalite.

Upaya efisiensi tersebut menjadi sangat krusial mengingat alokasi subsidi energi pada RAPBN 2026 telah ditetapkan pada angka Rp 210 triliun, serta diproyeksikan membengkak sampai Rp 272,95 triliun pada RAPBN 2027.

Bank Indonesia kembali menggelar pameran tahunan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di JICC, Senayan, Jakarta.

Agenda tingkat nasional ini didesain untuk mempercepat peningkatan kapasitas sekaligus melebarkan jangkuan pasar dunia bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Upaya ini diharapkan sanggup memperkokoh peran UMKM terhadap struktur produk domestik bruto (PDB) nasional.

Penyelenggaraan KKI 2026 menyatukan kolaborasi lintas sektor yang kokoh dengan menggaet 27 Kementerian/Lembaga serta ditopang oleh 34 mitra strategis dari bidang perbankan, asosiasi, hingga pelaku industri.

Kolaborasi ini difokuskan untuk memacu digitalisasi UMKM, memperluas jejaring pasar dalam negeri dan ekspor, serta menstimulasi pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

"Penguatan UMKM ke depan diwujudkan melalui tiga kata kunci, yaitu Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing. Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya Saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor," ujar Pejabat Gubernur Sementara BI, dari sumbernya saat membuka KKI 2026, Kamis (20/8).

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index