BCA Pertahankan Kinerja Solid Semester I 2026 Ditengah Tekanan NIM

BCA Pertahankan Kinerja Solid Semester I 2026 Ditengah Tekanan NIM
Ilustrasi Gedung BCA (FOTO: NET)

JAKARTA - Kinerja PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA pada semester I-2026 tetap solid meski mendapat tekanan pada margin bunga bersih (NIM), demikian dilansir dari Investor Daily.

Laba bersih BCA semester I-2026 mencapai Rp 29,5 triliun, didukung oleh pertumbuhan laba operasional sebelum pencadangan, pendapatan non-bunga, ekspansi kredit korporasi, serta kekuatan dana murah, menurut dari sumbernya.

Berdasarkan analisis tersebut, Kiwoom menetapkan target harga saham BBCA dalam 12 bulan yang mencerminkan rasio P/BV sebesar 3,3 kali untuk proyeksi tahun 2026.

MSCI Inc mengumumkan hasil tinjauan indeks Agustus 2026 yang akan berlaku mulai penutupan perdagangan 31 Agustus 2026.

Dalam tinjauan tersebut, MSCI mengeluarkan Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) dan GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) dari MSCI Global Standard Index Indonesia.

Namun CPIN tetap masuk dalam perhitungan MSCI Global Small Cap Index Indonesia, sementara GOTO dikeluarkan sepenuhnya.

Selain itu, MSCI mengeluarkan sembilan emiten dari perhitungan MSCI Global Small Cap Index Indonesia, termasuk FILM dan delapan saham lainnya.

Dari sumbernya memperkirakan harga emas batangan PT Antam Tbk (ANTM) pada perdagangan Jumat, 14 Agustus 2026, akan bergerak fluktuatif dengan level support Rp 2.670.000 per gram dan resistance Rp 2.710.000 per gram.

Untuk sepekan ke depan, dari sumbernya memproyeksikan harga emas Antam berada pada support Rp 2.550.000 per gram dan resistance Rp 2.820.000 per gram.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index