JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya menyampaikan gagasan Presiden Prabowo mengenai pemanfaatan porsi keuntungan Danantara guna memperkokoh cadangan fiskal negara pada APBN.
“Ada ide Presiden untuk menempatkan sebagian keuntungan Danantara untuk cadangan pemerintah,” kata Purbaya kepada wartawan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu.
Bagian keuntungan BUMN sebelumnya tergolong sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dalam kategori kekayaan negara yang dipisahkan (KND).
Sejak tahun lalu, alokasi dividen BUMN telah dialihkan ke Danantara sejalan dengan perubahan Undang-Undang (UU) BUMN pada 2025.
Ketika dimintai keterangan lebih lanjut, Purbaya tidak membeberkan secara detail mengenai alokasi anggaran yang bakal memuat porsi dividen BUMN tersebut, termasuk potensi kembalinya pemasukan itu ke pos PNBP KND.
Hingga saat ini, menurut dia, pihak eksekutif berniat mengimplementasikan langkah tersebut pada periode tahun ini.
“Nanti kami lakukan secara bertahap, masih kami diskusikan dengan Danantara. Tahun ini mulai, bukan bulan ini. Nanti kami lihat, ya,” ujar Menkeu.
Dia menambahkan bahwa perolehan dana tersebut kelak dapat dimanfaatkan pula demi menekan jumlah kewajiban utang negara.
Berdasarkan data situs resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, total kewajiban utang pemerintah hingga 30 Juni 2026 berada pada angka Rp10.293,69 triliun, atau setara 41,26 persen dari produk domestik bruto (PDB).
Secara terperinci, nilai kewajiban dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN) tercatat Rp8.966,79 triliun dan pos pinjaman sebesar Rp1.326,90 triliun.
Meski demikian, ia menekankan bahwa kondisi fiskal hingga kini tetap berada dalam koridor aman.
Potensi perolehan dari dividen BUMN berfungsi sebagai langkah pemerintah dalam mempertinggi efisiensi pemasukan dan memuat APBN kian berkelanjutan.
“Jadi, kami meningkatkan efisiensi pendapatan dan ingin membuat anggaran kami ke depan makin berkesinambungan. Segala cara kami manfaatkan, termasuk pendapatan dari Danantara,” tuturnya.