JAKARTA - Wakil Bupati Kotawaringin Barat Suyanto menyampaikan aspirasi Pemkab Kobar agar ketersediaan APBD tahun 2027 sanggup memberi perubahan signifikan, khususnya dalam menyelesaikan masalah kemiskinan lewat pendekatan komprehensif dari sumbernya.
"Untuk menurunkan angka kemiskinan perlu diperkuat dan dilakukan secara konsisten, salah satunya dengan melaksanakannya program penanggulangan kemiskinan secara terintegrasi, berbasis data, tepat sasaran, dengan hasil yang terukur," tegas Suyanto di lokasi penjelasannya.
Menurut penjelasannya, masalah kemiskinan bukan hanya berorientasi pada besaran pemasukan, namun berkaitan erat dengan kemudahan akses pendidikan, jaminan kesehatan, lapangan kerja, tingkat produktivitas, hingga pemenuhan layanan publik dasar.
Kebijakan ini diambil lantaran pada periode 2027, tingkat kemiskinan dipatok menyusut hingga 3,1 persen dengan target rasio gini di angka 0,265.
Di sisi lain, proyeksi angka pengangguran terbuka di tahun 2027 ditargetkan berkurang hingga tersisa 3,71 persen.
"Dalam mengatasi pengangguran, kami harus memperkuat keterkaitan antara investasi dunia usaha, pendidikan, pelatihan kerja, UMKM dan penciptaan lapangan kerja," kata Suyanto.
Pernyataan ini disampaikannya dalam merespons pengesahan Rancangan KUA dan Rancangan PPAS oleh pihak DPRD Kobar belum lama ini.
Selain hal itu, ia turut mengimbau jajaran satuan kerja untuk merespons cepat penyusunan RKA-SKPD beserta rancangan Perda APBD 2027.
Opsi strategis yang ditekankan mencakup eksplorasi potensi daerah dan pengoptimalan PAD melalui terobosan baru, intensifikasi, serta ekstensifikasi tanpa membebani kondisi ekonomi warga.
Selanjutnya, ia meminta jaminan bahwa tiap-tiap program mengusung indikator serta capaian kerja yang akurat agar hasil pembangunan dapat diukur secara transparan, hemat, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Porsi pengeluaran anggaran juga diutamakan pada belanja prioritas yang memberikan manfaat riil secara langsung bagi masyarakat dibanding belanja operasional penunjang.
Suyanto menambahkan bahwa rintangan pembangunan daerah di masa depan akan semakin kompleks di bidang ekonomi, sosial, maupun kelestarian lingkungan.
"Namun dengan sinergi dan komitmen yang kuat dari semua pihak, saya yakin kami mampu wujudkan Kotawaringin Barat yang semakin jaya, maju, mandiri dan berdaya saing," tutup Suyanto.