APBN 2026 Dipastikan Aman Meski Harga Minyak Dunia Masih Fluktuatif

APBN 2026 Dipastikan Aman Meski Harga Minyak Dunia Masih Fluktuatif
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (FOTO: NET)

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa beserta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menggelar diskusi guna membahas pelaksanaan pembatasan skema pembelian BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar pada Selasa.

Di sela dialog tersebut, kedua pejabat negara ini menjamin keberlanjutan anggaran negara tetap memadai guna membiayai alokasi subsidi BBM.

Purbaya menyampaikan bahwa kinerja pendapatan fiskal nasional tergolong positif, salah satunya disokong oleh penerimaan negara bukan pajak sektor mineral dan batubara yang dikelola pihak kementerian terkait.

Beriringan dengan hal itu, pemerintah juga senantiasa berupaya menekan pengeluaran subsidi untuk masyarakat.

"Jadi kami diskusi pengendalian subsidi sehingga tidak melebar kemana-mana dan bisa terkendali. Harga minyak dunia cenderung terkendali, walaupun masih naik turun ya. Kami harus waspada terus dan menjaga dan memastikan APBN aman sampai tahun ini," tuturnya kepada awak media di lokasi pertemuan.

Di sudut lain, Bahlil tak menampik bahwa pergerakan dinamis harga komoditas minyak global terus berdampak pada pergerakan indikator harga minyak mentah Indonesia.

Komponen ini menjadi salah satu acuan asumsi dasar makro negara yang amat memengaruhi postur penerimaan, pengeluaran, hingga defisit anggaran.

Berdasarkan laporan keuangan resmi hingga penutupan Juni 2026, angka perolehan minyak mentah nasional telah menyentuh US$91,87 per barel.

Capaian nilai tersebut telah melampaui asumsi target awal pemerintah yakni sebesar US$70 per barel.

Walau demikian, pihak terkait menegaskan tekad pemerintah untuk menanggung lonjakan harga minyak global agar tarif BBM subsidi tidak mengalami kenaikan.

"Kami berdua punya komitmen atas dasar perintah Pak Presiden bahwa harga BBM subsidi tidak akan naik. Ini yang paling penting," terangnya.

Di samping itu, figur pimpinan partai politik tersebut membuka opsi penyesuaian harga BBM nonsubsidi bilamana harga pasar minyak dunia melandai.

"Kami juga merumuskan ketika harga dunia itu turun maka harga yang nonsubsidi pun bisa melakukan penyesuaian dengan harga dunia. Kalau turun ya turun, kalau naik ya terkoreksi juga untuk kenaikan," pungkasnya.

Sementara itu, total alokasi pengeluaran subsidi beserta kompensasi hingga paruh pertama 2026 telah menembus angka Rp233 triliun.

Jumlah tersebut melonjak hingga 44,44% jika dibandingkan dengan capaian semester pertama tahun sebelumnya sebesar Rp161,4 triliun.

Rincian pengeluaran subsidi tercatat Rp116 triliun sedangkan beban kompensasi menyerap dana Rp116,9 triliun hingga akhir periode semester satu.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index