Porsi Dana Murah Tinggi Topang Likuiditas BCA Sepanjang Semester I

Porsi Dana Murah Tinggi Topang Likuiditas BCA Sepanjang Semester I
Ilustrasi Gedung BCA (FOTO: NET)

JAKARTA - Perusahaan perbankan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menegaskan bahwasanya tingkat likuiditas lembaga tetap kokoh pada periode penambahan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) oleh pemerintah ke bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Pihak perseroan turut mengungkapkan bahwa beban biaya dana (cost of fund/CoF) terus terkendali disokong oleh tingginya kontribusi dana murah (current account saving account/CASA).

Dari sumbernya menerangkan, pihak BCA seirama dengan kebijakan pemerintah mengenai tata kelola likuiditas sektor perbankan demi memacu laju pertumbuhan ekonomi nasional.

"BCA sejalan dengan langkah-langkah pemerintah mengelola likuiditas perbankan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," ujar dari sumbernya.

Berdasarkan keterangannya, sampai dengan Juni 2026, tingkat biaya dana BCA senantiasa berada dalam posisi yang aman.

Kondisi tersebut didorong oleh kekuatan BCA selaku bank transaksi utama yang memiliki porsi dana murah amat dominan.

Hingga Juni 2026, angka perolehan dana murah atau CASA BCA terakumulasi naik 10,2% secara tahunan (year on year/YoY) menyentuh angka Rp1.082 triliun.

Di sisi lain, perolehan total dana pihak ketiga (DPK) merangkak naik 7,9% YoY mencapai kisaran Rp1.284 triliun.

Atas perolehan angka itu, rasio CASA BCA berada di tingkat 84,3% dari keseluruhan total DPK.

Dari sumbernya memaparkan, perpaduan portofolio modal ini memberikan keluwesan bagi BCA untuk mempertahankan skema pendanaan yang stabil serta efisien di tengah pergerakan likuiditas pasar keuangan.

"BCA optimistis dapat menjaga komposisi pendanaan yang sehat dan kuat dengan mengandalkan berbagai produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat," katanya.

Pihaknya menambahkan, daya dukung likuiditas yang memadai tersebut juga menjadi pijakan penting bagi perseroan guna menyalurkan pembiayaan secara terukur ke beragam sektor bisnis.

"Ditopang likuiditas yang memadai, BCA berkomitmen menyalurkan kredit berkualitas ke berbagai segmen dan sektor secara pruden, sekaligus mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dengan penerapan manajemen risiko yang disiplin," ujar dari sumbernya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index