Kolaborasi Lintas Sektor Ajak Ratusan Pelajar Lestarikan Penyu Laut

Kolaborasi Lintas Sektor Ajak Ratusan Pelajar Lestarikan Penyu Laut
Dorong Pelestarian Penyu, BCA Bersama 100 Pelajar Gelar Edukasi dan Pelepasan Tukik di Banyuwangi (FOTO: NET)

BANYUWANGI - Perusahaan perbankan terkemuka melalui pilar sosialnya kembali menguatkan komitmen dalam menjaga daya dukung lingkungan serta keanekaragaman hayati tanah air.

Bekerja sama dengan lembaga analisis keuangan negara, pihak bank melangsungkan sesi pembelajaran konservasi satwa laut dan pelepasliaran tukik bersama ratusan murid di Jawa Timur.

Perwakilan manajemen bank mengungkapkan bahwa sinergi bersama yayasan pelestari penyu dan pemerintah menandakan bahwa pemeliharaan lingkungan menuntut konsistensi serta keterlibatan seluruh elemen.

"BCA percaya bahwa upaya menjaga kelestarian lingkungan akan memberikan dampak yang lebih besar apabila dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan," kata pimpinan lembaga tersebut.

Melalui kerja sama tersebut, instansi perbankan tidak hanya menopang perlindungan penyu lewat penelitian dan inovasi, tetapi juga mendorong para siswa untuk mengerti pentingnya menjaga keseimbangan alam pesisir.

Sejalan dengan hal tersebut, perwakilan bagian tanggung jawab sosial menyatakan bahwa aksi nyata terhadap bumi telah lama direalisasikan lewat pelbagai aktivitas lingkungan.

"Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BCA dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), sekaligus menciptakan manfaat sosial dan lingkungan bagi masyarakat Indonesia. Kami berharap kolaborasi lintas sektor ini dapat terus menginspirasi masyarakat luas untuk bersama menjaga keanekaragaman hayati Indonesia," jelasnya.

Rangkaian acara yang diselenggarakan dalam kerangka peringatan gerakan nasional tersebut dihadiri oleh pejabat berwenang dari kedua instansi.

Aktivitas ini dipusatkan di dua tempat, yaitu lokasi markas yayasan penyu dan kawasan pantai setempat.

Kegiatan dimulai dengan peninjauan sarana ruang inkubasi di markas yayasan guna mengamati langsung inovasi teknologi penangkaran buatan.

Bersamaan dengan itu, dilaksanakan pula kegiatan penyuluhan lingkungan yang melibatkan seratus murid sekolah dasar.

Para peserta diajak mendalami pentingnya merawat alam pesisir melalui metode cerita interaktif mengenai kehidupan penyu serta langkah praktis untuk melindunginya.

Para siswa juga diajak mewarnai kantong belanja ramah lingkungan sebagai gerakan menekan penggunaan plastik sekali pakai, serta pelepasan satwa ke laut.

Puncak rangkaian acara ditandai dengan pelepasliaran 1.300 anak penyu ke lautan lepas.

Tukik yang dikembalikan ke alam tersebut merupakan buah dari kontribusi masyarakat pada pameran tempo hari melalui gerakan penukaran botol plastik bekas untuk penyelamatan telur penyu.

Dalam kesempatan yang sama, diserahkan pula unit wadah inkubator buatan kepada yayasan pengelola.

Peralatan tersebut bakal diaplikasikan di lokasi konservasi lain yang mengalami tantangan serupa agar manfaat teknologi ini semakin meluas.

Sebagai bentuk aksi berkelanjutan, pihak penyelenggara membagikan tiga pasang tempat sampah pemilahan kepada sekolah peserta.

Sarana kebersihan ini dibuat dari material bekas hasil olah ulang kaleng agar murid terbiasa memilah limbah sejak dini.

"Kampanye yang mengajak masyarakat untuk mengumpulkan 10 botol plastik untuk berkontribusi terhadap pelepasan satu ekor anak penyu (tukik), yang dirancang untuk mengurangi timbunan sampah plastik dan mengajak masyarakat peduli kelestarian ekosistem laut," tambah perwakilan pimpinan dari sumbernya.

Kerja sama strategis ini telah berlangsung sejak bertahun-tahun lalu guna menopang bermacam program penyelamatan penyu.

Cakupan kegiatan meliputi pelepasan anak penyu, pemindahan sarang alami, penanaman tanaman pelindung pantai, hingga riset teknologi inkubasi buatan.

Sampai kini, program Bakti sosial tersebut telah membantu pelepasliaran lebih dari 63.000 tukik serta penyelamatan ratusan sarang di pelbagai wilayah konservasi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index