BANYUWANGI - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) lewat payung Bakti BCA telah menyokong pengerahan pelepasliaran lebih dari 63.000 tukik serta pemindahan lokasi lebih dari 900 sarang telur penyu pada tiga area penangkaran, yakni Banyuwangi, Yogyakarta, dan Bali, sampai saat ini.
Dari sumbernya menyatakan bahwa inisiatif Bakti BCA pada pemeliharaan lingkungan hidup telah sejak lama direalisasikan lewat bermacam program di bawah pilar Bakti Lingkungan.
"Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BCA dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), sekaligus menciptakan manfaat sosial dan lingkungan bagi masyarakat Indonesia. Kami berharap kolaborasi lintas sektor ini dapat terus menginspirasi masyarakat luas untuk bersama menjaga keanekaragaman hayati Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resminya, Minggu (9/8/2026).
BCA telah menjalin sinergi bersama Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF) semenjak 2016 demi menopang aneka program perlindungan penyu, mulai dari pelepasliaran anak penyu, pemindahan sarang penyu, penanaman pandan laut sebagai vegetasi, sosialisasi masyarakat, sampai perancangan teknologi penetas buatan Intan Box serta Intan Ruang.
Paling baru, BCA lewat program creating shared value (CSV) Bakti BCA kembali memperkuat komitmen pada pemeliharaan lingkungan hidup beserta keanekaragaman hayati Indonesia dengan bermitra bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyelenggarakan sosialisasi pelestarian penyu dan pelepasan tukik yang diikuti 100 murid di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (5/8/2026).
Dari sumbernya membeberkan bahwa kerja sama bareng BSTF dan PPATK menunjukkan bahwasanya agenda penyelamatan lingkungan memerlukan konsistensi, kemitraan, serta pelibatan bermacam elemen, termasuk sektor usaha, komunitas, pemerintah, hingga kalangan muda.
“BCA percaya bahwa upaya menjaga kelestarian lingkungan akan memberikan dampak yang lebih besar apabila dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan,” katanya.
Lewat kemitraan yang terjalin, kata dari sumbernya, BCA tidak cuma menyokong perlindungan penyu melalui pembaruan serta riset, tetapi juga merangkul angkatan muda untuk memahami arti penting menjaga keseimbangan biota laut dan peduli pada kelestarian wilayah pantai.
Kegiatan yang digelar untuk menyemarakkan Gerakan Nasional 24 Tahun APU-PPT (Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme) ini dihadiri secara langsung oleh dari sumbernya dan dari sumbernya.
Agenda berlangsung di dua arena, yakni Sekretariat Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF) serta Pantai Villa So Long.
Rangkaian acara diawali dengan pemantauan sarana Intan Ruang di Sekretariat BSTF guna mengamati secara langsung inovasi penetas buatan yang mendukung pelestarian penyu.
BCA turut mengadakan sesi edukasi lingkungan yang melibatkan sekitar 100 pelajar di Banyuwangi.
Para murid diajak memahami pentingnya menjaga ekosistem pesisir melalui pementasan dongeng interaktif yang memperkenalkan kehidupan penyu, sekaligus mengajarkan langkah-langkah simpel untuk berpartisipasi mewujudkannya, seperti mewarnai tote bag ramah lingkungan sebagai sarana kampanye pengurangan konsumsi plastik sekali pakai serta pelepasan tukik menuju habitat alaminya.
Puncak acara ditandai dengan aksi pelepasliaran 1.300 tukik menuju habitat aslinya di Pantai Villa So Long.
Anak penyu yang dilepasliarkan merupakan bagian dari hasil partisipasi para nasabah serta pengunjung BCA Expoversary 2026 lewat gerakan 10 Bottles for 1 Egg, yang mengajak masyarakat mengumpulkan 10 botol plastik bekas untuk dikonversi menjadi pendanaan demi menyokong penyelamatan satu telur penyu.
BCA bersama PPATK turut menyerahkan Intan Box kepada Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF) guna dimanfaatkan pada lokasi pelestarian penyu lain yang menghadapi tantangan serupa.
Terobosan tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan manfaat teknologi penangkaran yang dirancang di Banyuwangi.
Sebagai tindakan lanjut edukasi lingkungan, BCA menyerahkan masing-masing tiga unit tempat sampah terpilah kepada SDN 1 Lateng dan SDN Kepatihan.
Tempat penampungan sampah berbahan daur ulang kaleng bekas tersebut diharapkan mampu membangun kebiasaan memisahkan sampah sekaligus memperkenalkan pemanfaatan kembali barang bekas.