Simpanan Nasabah Kaya BCA Tumbuh 15 Persen Pada Semester Pertama 2026

Simpanan Nasabah Kaya BCA Tumbuh 15 Persen Pada Semester Pertama 2026
Ilustrasi Gedung BCA (FOTO: NET)

JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membukukan kenaikan simpanan dari kalangan nasabah papan atas yang tetap kokoh sampai semester I-2026.

Pihak perbankan menyebutkan nilai tabungan pada rekening yang bersaldo melebihi Rp 5 miliar melonjak 15% secara tahunan (year on year/YoY).

Perwakilan perusahaan dari sumbernya menyampaikan, tidak cuma nominal simpanannya yang naik, kuantitas rekening pada kategori tersebut pun kian bertambah.

"Hingga Juni 2026, jumlah rekening dengan nilai simpanan di atas Rp 5 miliar tumbuh 8% YoY. Secara total nilai simpanannya juga tercatat naik 15% YoY," ujar dari sumbernya.

Apabila dihitung secara keseluruhan, BCA berhasil mengumpulkan dana pihak ketiga (DPK) hingga Rp 1.284 triliun sampai Juni 2026, atau terangkat 7,9% ketimbang masa yang sama pada tahun lalu.

Berdasarkan keterangan dari sumbernya, laju penghimpunan simpanan ini masih disokong dominasi oleh peningkatan giro dan tabungan.

Imbasnya, porsi dana murah alias current account saving account (CASA) bertahan tinggi pada kisaran 84,3% dari total DPK.

Dari sumbernya memaparkan bahwa dinamika pertumbuhan tabungan pada dasarnya dipengaruhi oleh aneka variabel makroekonomi, baik faktor internasional maupun dalam negeri.

"Pada umumnya, pertumbuhan simpanan dan dana pihak ketiga akan bergantung pada sejumlah variabel makroekonomi, baik dari kondisi eksternal maupun kondisi domestik," katanya.

Demi merawat tren positif perolehan dana masyarakat, BCA terus memantapkan mutu pelayanan bagi seluruh segmen nasabah, termasuk pelanggan affluent via program BCA Solitaire serta BCA Prioritas.

Perseroan turut berkesinambungan menjalankan strategi hybrid banking dengan memadukan sarana digital dan jaringan outlet cabang demi menyajikan pengalaman transaksi yang lebih utuh sesuai harapan nasabah.

"Mencermati kebutuhan nasabah yang dinamis dan beragam, BCA secara konsisten mengusung konsep hybrid banking untuk memberikan layanan secara holistik, baik di ekosistem online maupun offline. Strategi ini dilakukan untuk mempertahankan posisi di pasar dan senantiasa bertumbuh," jelas dari sumbernya.

Di samping itu, BCA bakal terus memoles penawaran produk wealth management melalui penyediaan sarana investasi yang lebih lengkap serta pendekatan relationship banking.

Langkah ini dieksekusi sejalan dengan ikhtiar menjaga keselarasan antara pertumbuhan dana pihak ketiga serta efisiensi beban pendanaan (cost of fund).

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index