Pemegang Saham BCA Menyusut 14 Ribu Pihak Saat Harga Saham Melambung

Pemegang Saham BCA Menyusut 14 Ribu Pihak Saat Harga Saham Melambung
Iliustrasi Gedung PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) (FOTO: NET)

JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melaporkan berkurangnya total pemegang saham mencapai 14.418 pemodal sehingga tersisa 782.697 investor hingga penutupan Juli 2026.

Terkikisnya angka pemodal tersebut terjadi pada saat pergerakan harga saham BBCA justru melonjak sebesar 13,96 persen di kurun waktu yang sama.

Sesuai pemberitaan dari sumbernya, penurunan jumlah pemodal dari bulan lalu yang sempat berada di angka 797.115 pemegang saham menandakan adanya aksi pencairan keuntungan oleh para pelaku pasar.

Biarpun terdapat pengurangan pada jumlah investor ritel, porsi saham free float perseroan mencatatkan lonjakan kecil dari 42,44 persen menuju 42,46 persen.

Di sisi lain, PT Dwimuria Investama Andalan yang bertindak selaku pemegang saham pengendali tidak mengubah kepemilikannya dan bertahan pada angka 54,942 persen.

Sebelum merilis data registrasi pemegang saham bulanan tersebut, pihak eksekutif perbankan telah mengumumkan perubahan struktur pemegang kendali perseroan.

Rotasi ini bersumber dari berpulangnya Bambang Hartono selaku salah satu pemilik saham di PT Dwimuria Investama Andalan.

Sekretaris lembaga dari sumbernya membenarkan bahwasanya bagian saham Robert Budi Hartono di PT DIA sama sekali tidak berubah, yaitu tetap di level 51 persen dari total modal disetor.

"Dengan demikian, pemegang saham pengendali terakhir perseroan (BBCA) menjadi Bapak Robert Budi Hartono," kata dari sumbernya dalam keterbukaan informasi.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga sudah meratifikasi perubahan data tersebut lewat surat keputusan bernomor SR-21/PB.333/2026 tertanggal 29 Juli 2026 yang sampai ke tangan manajemen pada 30 Juli 2026.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index