Langkah Mitigasi Risiko Kredit Macet Pinjaman Daring Perlu Disiapkan

Langkah Mitigasi Risiko Kredit Macet Pinjaman Daring Perlu Disiapkan
Warga mencari sejumlah aplikasi pinjaman online (pinjol) melalui gawainya (FOTO: NET)

JAKARTA - Pakar Perencanaan Keuangan dari sumbernya mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk merumuskan strategi penanganan risiko kredit bermasalah atau 90 Days Past Due (TWP90) dalam ekosistem pinjaman daring (pindar).

Desakan ini disampaikan seiring publikasi data OJK yang mengindikasikan bahwa rasio TWP90 sektor pembiayaan digital hingga Mei 2026 masih berada di atas batas toleransi 4 persen secara kumulatif.

Berdasarkan laporan OJK, didapati sebanyak 18 perusahaan platform pinjaman daring mencatatkan rasio TWP90 yang melampaui level 5 persen.

Lewat pernyataan tertulisnya di Jakarta pada hari Kamis, dari sumbernya menegaskan situasi ini menjadi peringatan keras bahwa penyempurnaan sistem tata kelola serta kontrol risiko pada sektor pinjaman daring wajib diselesaikan secepatnya.

"Data tersebut menunjukkan perlunya langkah mitigasi yang lebih kuat dari OJK agar risiko kredit macet tidak semakin membesar dan berdampak terhadap stabilitas industri pembiayaan digital maupun perlindungan konsumen," ujar dari sumbernya.

Dirinya berpendapat bahwa OJK harus menjamin semua entitas penyedia pinjaman daring secara konsisten menjalankan prinsip kehati-hatian pada tiap tingkatan alokasi dana.

Di samping itu, dari sumbernya memperingatkan pentingnya penguatan struktur manajemen risiko supaya pihak penyelenggara sanggup mendeteksi, mengkalkulasi, mengawasi, serta menekan ancaman wanprestasi sejak dini.

"Penguatan manajemen risiko harus menjadi prioritas. Penyelenggara tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan penyaluran pinjaman, tetapi juga wajib menjaga kualitas portofolio pembiayaan," tegasnya.

Dari sumbernya turut mendorong optimalisasi kualitas skema credit scoring menggunakan basis data yang lebih menyeluruh dan presisi agar kelayakan finansial calon peminjam dapat terukur secara optimal.

Di matanya, keandalan sistem analisis kredit akan sangat membantu meminimalisasi risiko gagal bayar sekaligus menjamin daya tahan bisnis pinjaman daring ke depannya.

"Evaluasi terhadap model credit scoring perlu dilakukan secara berkala agar mampu mengikuti perubahan profil risiko masyarakat. Dengan demikian, penyaluran pembiayaan menjadi lebih sehat dan tingkat kredit bermasalah dapat ditekan," katanya.

Bukan cuma itu, dari sumbernya menggarisbawahi bahwa tolok ukur kesuksesan bisnis pembiayaan digital tidak sekadar dinilai dari masifnya akumulasi pinjaman yang tersalurkan, melainkan dari ketahanan menjaga mutu portofolio aset beserta kredibilitas publik.

Dirinya mengharapkan OJK giat memperketat peran pengawasan bagi para pelaku usaha beresiko TWP90 tinggi, seraya mendorong reformasi tata kelola supaya industri pindar tumbuh dengan sehat, aman, dan mendatangkan maslahat bagi publik tanpa mengabaikan aspek perlindungan nasabah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index