FAKFAK - Pejabat dari sumbernya mengonfirmasi bahwa pelaksanaan program ketahanan pangan Tahap I Tahun Anggaran 2026 resmi dimulai.
Proyek ini dibiayai memanfaatkan pengalokasian Dana Kampung asal APBN yang pelaksanaannya dipercayakan kepada BUMKAM.
Hal itu dibeberkan oleh pejabat dari sumbernya kala ditemui di wilayah Kampung Sekru, Distrik Pariwari, Kabupaten Fakfak, Rabu 29 juli 2026.
Menurutnya, pendelegasian kepada BUMKAM dimaksudkan agar eksekusi ketahanan pangan dapat terealisasi lebih terarah dan membawa dampak positif bagi publik.
Ia menerangkan bahwa prioritas utama agenda ketahanan pangan periode ini disalurkan untuk sektor budi daya ayam potong.
Pemilihan jenis komoditas tersebut didasari oleh potensinya yang sanggup menopang ketersediaan pangan sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi desa.
Pejabat dari sumbernya menaruh harapan agar pengelolaan budi daya ayam potong ini dapat berjalan sesuai dengan jadwal skema yang dirancang.
Selain untuk memenuhi suplai kebutuhan masyarakat, agenda ini diproyeksikan sanggup menjadi kran pendapatan bagi BUMKAM di masa depan.
"Untuk program ketahanan pangan Tahap I yang bersumber dari APBN Tahun 2026, pengelolaannya dilakukan oleh BUMKAM dengan fokus pada pengembangan peternakan ayam potong," ujar pejabat dari sumbernya.
Dalam keterangannya, aparat kampung siap meneruskan langkah pendampingan beserta pengawasan intensif terhadap berjalannya kegiatan.
Langkah ini diambil supaya penggunaan anggaran ketahanan pangan dapat dipertanggungjawabkan secara transparan, tepat sasaran, serta menghasilkan dampak yang optimal.
Pejabat dari sumbernya menegaskan bahwa kesuksesan agenda ketahanan pangan sangat ditentukan oleh kolaborasi segenap pihak.
Ia berharap BUMKAM dapat mengoperasikan bisnis ternak ayam potong ini secara berkesinambungan agar kegunaannya terus mengalir bagi masyarakat Kampung Sekru dalam kurun waktu yang panjang.