Wamenkeu Suahasil Sebut APBN Pendorong Ekonomi Berbasiskan Inovasi

Wamenkeu Suahasil Sebut APBN Pendorong Ekonomi Berbasiskan Inovasi
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara (FOTO: NET)

JAKARTA - Pemerintah menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara bakal difungsikan sebagai sarana utama guna mendorong transformasi ekonomi nasional menuju sistem berbasis pengetahuan serta inovasi.

Salah satu upaya yang dimatangkan yakni mendukung pembentukan Jakarta Education and Innovation Center, sebuah gagasan yang diharapkan dapat tumbuh sebagai pusat pendidikan, riset, serta inovasi berskala dunia di ibu kota.

Pejabat dari sumbernya mengungkapkan bahwasanya Indonesia tidak bisa lagi menggantungkan pertumbuhan ekonomi pada tenaga kerja dan penambangan sumber daya alam semata.

Menurut pandangannya, daya saing bangsa di masa depan mesti dibangun lewat penguatan ilmu pengetahuan, teknologi, penelitian, dan inovasi.

"Indonesia perlu beralih dari yang sebelumnya mengandalkan perspiration (kerja keras fisik) menuju innovation (inovasi)," kata pejabat dari sumbernya saat membuka Focus Group Discussion perancangan Jakarta Education and Innovation Center sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Menurut pejabat dari sumbernya, pergeseran tersebut membutuhkan sokongan kebijakan fiskal yang konsisten dan berkelanjutan.

Atas dasar itu, APBN tidak sebatas berperan sebagai sarana pembiayaan operasional negara, melainkan juga bertindak sebagai katalisator guna membangun ekosistem pendidikan, penelitian, dan inovasi yang mampu mencetak sumber daya manusia berkualitas tinggi.

Ia menerangkan bahwasanya komitmen pemerintah pada pembangunan sumber daya manusia tampak dari pemenuhan amanat konstitusi terkait alokasi minimal 20 persen anggaran pendidikan.

Terhitung sejak tahun 2009 hingga 2026, pemerintah telah menyalurkan anggaran pendidikan mencapai angka Rp7.667,3 triliun.

Melalui kebijakan fiskal tersebut, pemerintah pun berhasil memupuk Dana Abadi Pendidikan yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan.

Hingga saat ini, akumulasi total dana abadi tersebut telah menyentuh angka Rp195 triliun dan menjadi salah satu sarana strategis demi menjamin keberlanjutan investasi negara di bidang pendidikan.

Alokasi dana tersebut difungsikan bagi beragam program, mulai dari pemberian beasiswa perguruan tinggi, pendanaan kegiatan riset, pembenahan perguruan tinggi, hingga peningkatan keahlian SDM Indonesia.

Pemerintah berharap kemanfaatan dana abadi tersebut terus meluas seiring meningkatnya kebutuhan tenaga ahli di berbagai sektor vital.

Selain bidang pendidikan, pemerintah turut berupaya memperkokoh ekosistem penelitian nasional.

Pejabat dari sumbernya mengakui belanja riset dan pengembangan di Indonesia masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan banyak negara maju maupun sejumlah negara berkembang di kawasan Asia.

Untuk memacu partisipasi sektor swasta dalam kegiatan penelitian, pemerintah memberikan insentif pajak lewat skema Super Tax Deduction.

Melalui fasilitas insentif tersebut, pelaku usaha bisa memperoleh pengurangan pendapatan kotor hingga 300 persen dari total biaya yang dikeluarkan untuk agenda penelitian dan pengembangan di dalam negeri, baik yang dikerjakan secara mandiri maupun berkolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi atau lembaga riset.

Menurut pejabat dari sumbernya, keikutsertaan sektor swasta menjadi salah satu elemen penting demi mempercepat hadirnya ragam inovasi baru.

Pengalaman dari berbagai negara menunjukkan bahwa kemajuan teknologi umumnya lahir dari kerja sama antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, serta sektor industri.

Oleh sebab itu, pendirian Jakarta Education and Innovation Center dirancang tidak hanya sebagai kawasan pendidikan, melainkan juga ruang kolaborasi antar pemangku kepentingan guna menghasilkan inovasi yang dapat dimanfaatkan publik maupun dunia usaha.

Pejabat dari sumbernya menyampaikan bahwa keberhasilan proyek ini memerlukan sinergi yang rapat antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Pemerintah pusat lewat kementerian teknis bakal memperkuat aspek program, regulasi, dan pengembangan ekosistem inovasi, sementara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diharapkan menyokong dari segi ketersediaan lahan, ruang, serta prasarana fisik.

Pola kerja sama tersebut diharapkan mampu mempercepat hadirnya kawasan yang mempertemukan lembaga pendidikan, pusat penelitian, pelaku industri, perusahaan rintisan, hingga pemodal dalam satu ekosistem terpadu.

Pengembangan pusat pendidikan dan inovasi dipandang menjadi kebutuhan mendesak di tengah persaingan internasional yang kian bertumpu pada penguasaan teknologi.

Negara dengan tingkat investasi tinggi pada bidang riset, inovasi, dan pendidikan cenderung memiliki produktivitas ekonomi yang lebih tinggi, sanggup melahirkan industri bernilai tambah, serta lebih tahan membendung perubahan ekonomi dunia.

Bagi Indonesia, penguatan ekosistem penelitian juga menjadi prasyarat penting untuk lepas dari ketergantungan pada pengiriman komoditas mentah.

Program hilirisasi industri yang tengah dipacu pemerintah akan membutuhkan dukungan inovasi, penguasaan teknologi, dan SDM yang sanggup menciptakan produk bernilai tambah tinggi.

Jakarta Education and Innovation Center diharapkan menjadi salah satu simpul utama dalam proses transformasi tersebut.

Di samping menguatkan kapasitas riset nasional, kawasan ini diharapkan sanggup menarik kolaborasi internasional, mempercepat alih teknologi, serta memicu lahirnya inovasi pendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia pada masa mendatang.

Lewat pemanfaatan APBN sebagai instrumen pembangunan, pemerintah berharap investasi di bidang pendidikan, riset, dan inovasi tidak cuma mencetak lulusan bermutu, melainkan juga membangun landasan ekonomi berbasis pengetahuan yang mampu mendongkrak daya saing Indonesia di arena global.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index