JAKARTA - Riset dari sumbernya menunjukkan bahwa saham telekomunikasi domestik mempunyai harga yang terjangkau bila disandingkan dengan emiten sejenis di tingkat regional, sehingga sektor ini layak diberi rekomendasi overweight.
Saham PT XL Smart Telecom Tbk (EXCL), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tetap direkomendasikan untuk dibeli.
Kondisi positif industri ini didorong oleh proses pemulihan yang menaikkan pendapatan rata-rata per pengguna, efisiensi operasional setelah konsolidasi, dan potensi penguatan laba.
EXCL ditempatkan sebagai saham favorit utama dengan saran beli dan target nilai Rp 4.300 per lembar saham yang menawarkan potensi keuntungan sekitar 78,4%.
Adapun target harga ISAT berada di angka Rp 2.800 per saham dengan peluang naik 43,6%, sementara TLKM dipatok Rp 3.200 per saham atau berpotensi terangkat 21,7%.
Secara valuasi, saham telekomunikasi nasional ditransaksikan pada rasio 3,9 kali dan 3,5 kali EV/EBITDA untuk perkiraan 2026-2027, jauh di bawah rata-rata kawasan regional yang berada di tingkat 10,1 kali dan 9,3 kali.
Industri ini juga diproyeksikan memberikan dividen sebesar 5,5% pada 2026, lebih tinggi dibanding rata-rata regional sebesar 3,6%.
Pengembangan jaringan 5G dianggap belum menjadi pendorong utama pendapatan operator karena tanpa monetisasi yang tepat serta perbaikan fundamental, 5G tidak serta-merta menaikkan ARPU.