JAKARTA - Pimpinan Kementerian Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengemukakan bahwa sistem fiskal Indonesia senantiasa ada pada keadaan yang terlindung di dalam fluktuasi perekonomian planet.
Penjelasan itu disampaikan ketika disinggung menyangkut arah anggaran fiskal pemerintahan.
"Kebijakan fiskal aman. Jadi enggak usah dijelasin lagi, udah aman, aman," ujar Purbaya kepada wartawan di Istana, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Purbaya menerangkan segenap petunjuk yang memperlihatkan kekuatan fiskal Indonesia ialah terjaganya taraf kredit negara pada tingkat konstan.
Ia pun menaruh harapan besar akan ada dorongan baik lain dalam tempo dekat.
"Amannya yang jelas itu peringkat stabil. Nanti bentar lagi dari sana ada keluar lagi dari China akan bagus juga," katanya.
Di sisi lain, Purbaya memastikan pihak istana tetap merawat kedisiplinan fiskal dengan menjaga kekurangan anggaran pada takaran yang terkendali.
Walaupun sebelumnya pihak istana berniat menyediakan ruang fiskal tambahan seiring penurunan tarif minyak dunia, rencana itu kini ditinjau ulang oleh sebab tarif minyak kembali mendapati peningkatan.
"Cuman kami lihat dulu tadinya kan harga minyak turun saya akan balikin sebagian ke program-program, tapi harganya mulai naik lagi, kami mesti hati-hati dulu untuk tambahan belanja," jelas Purbaya.
Sebelumnya, Pengurus Keuangan tersebut mengabarkan kekurangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sampai dengan Semester I-2026 menggapai Rp196,5 triliun ataupun setara 0,76 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Hasil nyata itu lebih tinggi jika dibandingkan kedudukan kekurangan pada Mei 2026 yang senilai Rp180,4 triliun ataupun 0,70 persen terhadap PDB.
Tetapi, secara tahunan, kekurangan APBN mengalami penurunan sebesar 3,8 persen apabila disandingkan dengan Semester I-2025 yang menggapai 0,84 persen terhadap PDB.
"Defisit APBN semester I (2026) tercatat sebesar Rp196,5 triliun dengan presentasi sebesar 0,76% terhadap PDB, kondisi tersebut mencerminkan bahwa defisit APBN tetap dijaga dalam batas aman dan terkendali," kata Purbaya dalam rapat bersama Badan Anggaran DPR RI di Jakarta, Selasa (7/7/2026).