JAKARTA – Harga emas batangan Logam Mulia milik PT Aneka Tambang mengalami penurunan sebesar Rp 20.000 per gram pada Senin (13/7/2026). Saat ini, harga komoditas tersebut menyentuh angka Rp 2.635.000 per gram dari yang sebelumnya bertengger di posisi Rp 2.655.000 per gram.
Di sisi lain, harga buyback atau pembelian kembali oleh Logam Mulia juga merosot Rp 20.000 per gram. Nilainya berubah dari Rp 2.415.000 per gram kini menjadi Rp 2.395.000 per gram.
Kondisi tersebut membuat selisih atau spread antara harga jual emas dan harga buyback menyentuh angka Rp 240.000 per gram. Pihak Antam sendiri selama ini memang menetapkan dua skema harga untuk produk emas batangannya, yakni harga jual dan harga beli kembali.
Harga jual merupakan nilai yang berlaku ketika para investor membeli emas secara langsung dari gerai Logam Mulia. Sementara itu, harga buyback merupakan nominal yang didapatkan ketika investor menjual kembali emas mereka ke gerai.
Perbedaan harga ini sangat krusial dan wajib dicermati bagi siapa saja yang berniat serius untuk menjadi investor emas batangan. Jika mengabaikan selisih harga tersebut, investor dikhawatirkan salah dalam mengalkulasi potensi keuntungan maupun kerugian.
Melihat selisih harga jual dan harga beli yang cukup lebar, emas batangan dinilai hanya cocok dijadikan sebagai instrumen investasi jangka panjang. Melalui investasi jangka panjang, investor bisa berharap harga emas akan naik lebih tinggi untuk menutup selisih spread sekaligus menghasilkan keuntungan.
Bagi investor yang membeli emas pada 6 Juli 2026 dengan harga Rp 2.670.000, potensi kerugian saat ini mencapai 10.30 persen karena harga buyback hanya Rp 2.395.000. Kerugian sebesar 11.66 persen juga dialami oleh investor yang melakukan pembelian pada 13 Juni 2026 di harga Rp 2.711.000 per gram.
Adapun potensi kerugian terbesar mencapai 15.01 persen dialami bagi mereka yang membeli emas pada 13 April 2026 di harga Rp 2.818.000 per gram. Sementara untuk pembelian pada 13 Januari 2026 dengan harga Rp 2.652.000 per gram, potensi kerugiannya berada di angka 9.69 persen.
Sebaliknya, keuntungan sebesar 2.75 persen didapatkan oleh investor yang membeli emas pada 13 Oktober 2025 di harga Rp 2.331.000 per gram. Keuntungan yang jauh lebih besar yakni mencapai 24.80 persen diperoleh bagi pembelian emas pada 13 Juli 2025 dengan harga Rp 1.919.000 per gram.
Selanjutnya, pembelian pada 13 April 2025 di harga Rp 1.904.000 per gram mencatatkan potensi keuntungan sebesar 25.79 persen. Lalu untuk investasi yang dilakukan pada 13 Januari 2025 dengan harga Rp 1.568.000 per gram, kini menghasilkan laba sebesar 52.74 persen.
Terakhir, potensi keuntungan tertinggi didapatkan oleh para investor yang telah membeli emas sejak 13 Oktober 2024 dengan harga Rp 1.495.000 per gram. Investasi pada periode tersebut kini sukses membukukan keuntungan hingga mencapai 60.20 persen.