Harga Perak Antam Hari Ini Turun Rp 1.200 Menjadi Rp 40.400

Harga Perak Antam Hari Ini Turun Rp 1.200 Menjadi Rp 40.400
Ilustrasi Perak Antam, Sumber: radarcirebon.disway.

JAKARTA - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan pada Rabu, (8/7/2026) hari ini. Koreksi nilai perak batangan lokal tersebut mengekor pergerakan emas Antam dan lonjakan harga perak di pasar global.

Berdasarkan informasi dari situs resmi logammulia.com, harga perak Antam terpangkas sebesar Rp 1.200 menjadi Rp 40.400. Padahal pada sesi perdagangan sebelumnya, harga komoditas ini bertengger di angka Rp 41.600.

BUMN tambang tersebut menyediakan perak batangan dengan ukuran 250 gram, 500 gram, hingga perak butiran murni berkadar 99,95%. Untuk ukuran 250 gram dipatok senilai Rp 10.625.000, sedangkan varian 500 gram dijual seharga Rp 20.325.000.

Sementara itu di pasar internasional, harga perak dunia justru terpantau menguat sebesar 0,75% ke posisi US$ 60,39. Data terkini dari tradingeconomics.com menunjukkan pergerakan tersebut terjadi di tengah dinamika ekonomi global.

Harga perak dunia tertahan di bawah level US$ 60 per ons pada hari Rabu ini setelah sempat merosot di atas 3% pada sesi perdagangan sebelumnya. Kondisi tersebut terjadi usai militer Amerika Serikat (AS) kembali meluncurkan serangan udara ke wilayah Iran.

Tindakan militer ini merupakan respons atas insiden penyerangan kapal-kapal logistik yang tengah melintasi jalur Selat Hormuz. Ketegangan baru tersebut berisiko merusak kesepakatan damai sementara antara pihak AS dan Iran serta mengerek harga minyak mentah.

Dampak dari sentimen geopolitik ini memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap inflasi global dan memperbesar peluang kenaikan suku bunga acuan. AS pun resmi mencabut izin khusus yang sebelumnya membolehkan Iran menjual minyak mentah mereka ke pasar internasional.

Konflik teranyar ini membuat para pemilik kapal dagang serta produsen di kawasan tersebut enggan melewati Selat Hormuz. Situasi ini meningkatkan ancaman hambatan baru pada rantai pasokan energi di tingkat global.

Di sisi lain, para pelaku pasar kini tengah menantikan rilis notulen rapat Federal Reserve edisi Juni untuk melihat arah kebijakan moneter ke depan. Harga perak sempat pulih setelah rilis data ketenagakerjaan AS yang melemah membuat pasar memprediksi the Fed akan menahan kenaikan suku bunga.

Pada perdagangan sebelumnya, harga emas dunia terpantau melemah pada hari Selasa, 7 Juli 2026. Penurunan nilai logam mulia global ini terjadi saat para pelaku pasar mengawasi peningkatan tensi politik di Timur Tengah.

Berdasarkan laporan CNBC, harga emas pasar spot merosot sebesar 0,6% menuju level US$ 4.141,16 per ons. Selain itu, untuk kontrak emas berjangka pengiriman Agustus juga ikut melemah 0,2% ke posisi US$ 4.157,40.

Emas batangan sempat menyentuh level tertinggi dalam dua pekan pada hari Senin lalu akibat melemahnya data ketenagakerjaan di AS. Kondisi ketenagakerjaan tersebut sempat meredam ekspektasi pelaku pasar terhadap kenaikan suku bunga dalam jangka pendek.

“Namun, saya pikir kenyataan mulai terungkap the Fed masih sangat fokus pada pengendalian inflasi, jadi suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama tampaknya menjadi jalur the Fed yang paling mungkin,” ujar Vice President dan Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant.

Berdasarkan indikator dari CME FedWatch Tool, para pelaku pasar saat ini memproyeksikan adanya peluang kenaikan suku bunga sebesar 60% pada bulan September mendatang.

Fokus investor global kini beralih pada rilis notulen rapat internal the Fed yang dijadwalkan keluar pada hari Rabu ini. Sementara itu, situasi di Timur Tengah kian memanas setelah dua kapal tanker dilaporkan terkena serangan di wilayah Selat Hormuz.

Pihak Iran menegaskan tidak akan membuka ruang dialog damai lagi kecuali Presiden AS Donald Trump menghentikan ancaman perang. Kabar geopolitik tersebut langsung memicu kenaikan tipis pada harga minyak mentah dunia.

Komoditas emas biasanya akan tertekan saat kecemasan terhadap inflasi memaksa tingkat suku bunga acuan tetap berada di level yang tinggi. Hal ini otomatis menurunkan daya tarik aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas batangan.

Di belahan dunia lain, bank sentral China dilaporkan terus melanjutkan aksi borong emas selama 20 bulan secara berturut-turut. Cadangan emas negara tersebut menyentuh 75,44 juta troy ons murni pada akhir Juni, meningkat dari posisi bulan sebelumnya yang sebesar 74,96 juta.

Pemerintah Hong Kong juga baru saja meluncurkan sistem kliring terpusat untuk komoditas emas pada hari Selasa kemarin. Langkah ini dibarengi dengan pengaktifan kembali perdagangan emas berjangka demi ambisi menjadi pusat cadangan logam mulia di tingkat regional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index