Penerimaan Pajak Tumbuh 23 Persen Berkat Perbaikan SDM Ditjen Pajak

Penerimaan Pajak Tumbuh 23 Persen Berkat Perbaikan SDM Ditjen Pajak
Ilustrasi Pajak, Sumber: klikpajak.

JAKARTA - Perbaikan kapasitas serta perilaku sumber daya manusia di Kementerian Keuangan, khususnya pada lingkungan Ditjen Pajak, dinilai memegang peranan penting terhadap kenaikan realisasi penerimaan pajak nasional yang mampu mencapai angka 23%. Adanya peningkatan performa dari para aparat fiskal tersebut dipandang menjadi salah satu stimulus utama yang mendorong setoran pajak dapat tumbuh hingga dua digit.

"Pajak tumbuhnya sekarang 23%, tertinggi selama ini. Jadi, anggaran saya semakin aman," katanya.

Semenjak awal mengemban amanah sebagai menteri, komitmen untuk terus mendorong para pegawai pajak agar senantiasa bekerja secara profesional, menjaga integritas, serta menjauhi segala bentuk tindakan penyelewengan terus ditekankan. Langkah tegas ini sangat krusial demi menjaga reputasi instansi agar kepercayaan dari para wajib pajak di tanah air tidak mengalami penurunan.

Selain menjaga integritas dalam kedinasan, seluruh pegawai perpajakan beserta pihak keluarga mereka juga diingatkan bahwa gerak-gerik mereka senantiasa berada dalam pengawasan masyarakat luas. Sikap antipenyelewengan dijalankan secara konsisten melalui penerapan sanksi yang sangat tegas bagi siapa saja yang terbukti melakukan pelanggaran jabatan.

"Jadi, bahkan di tempat saya yang kecil saja, yang sudah saya monitor, masih ada seperti itu [penyelewengan]. Jadi di tempat saya sekarang, saya main kasar saja. Kalau Anda saya curigai, gue kotakin, gue enggak periksa-periksa lagi, baru mereka sekarang tertib," tutur Purbaya.

Dari perolehan berkala, kinerja setoran perpajakan sepanjang periode Januari hingga Juni 2026 mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 23%. Stimulus utama dari tren kenaikan yang signifikan ini didorong oleh geliat serta peningkatan aktivitas roda perekonomian di dalam negeri.

Realisasi dari setoran pajak hingga paruh pertama tahun 2026 ini tercatat telah berhasil mengumpulkan porsi sebesar 45% dari keseluruhan target APBN 2026 yang ditetapkan senilai Rp2.357,7 triliun. Secara nominal, jumlah uang pajak yang masuk ke kas negara hingga pertengahan tahun ini telah menyentuh kisaran angka Rp1.060,96 triliun.

"Kami mencatat kinerja penerimaan perpajakan itu alhamdullilah sangat baik. Dari Januari sampai dengan Juni, kami mencatat kira-kira pertumbuhan itu 23% lebih," ujarnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index