DPR Minta APBN Jadi Stimulus Investasi guna Jaga Daya Beli Masyarakat

DPR Minta APBN Jadi Stimulus Investasi guna Jaga Daya Beli Masyarakat
Ilustrasi APBN, Sumber: ekbis.sindonews.

JAKARTA – Anggota Komisi XI DPR RI Amin AK mengingatkan pemerintah agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mampu menjadi stimulus bagi investasi sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah menurunnya jumlah kelas menengah dan ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK). Kebijakan fiskal harus mampu memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, penurunan jumlah kelas menengah dalam beberapa tahun terakhir harus menjadi perhatian serius pemerintah.

"Kalau kita mau bicara soal pertumbuhan, sebagaimana kita tahu terbesarnya ditopang oleh sektor konsumsi. Sejauh ini masih lima koma sekian persen, kemudian sektor investasi, pembentukan modal tetap bruto, dan yang ketiga memang belanja pemerintah. Konsumsi yang paling berperan sejauh ini adalah konsumsi dari kelas menengah. Nah ini menjadi PR pemerintah karena jumlah kelas menengah dalam 10 tahun terakhir itu menurun hampir 10 juta," ujarnya.

Belanja pemerintah yang porsinya relatif terbatas harus mampu menarik investasi di luar APBN sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga penguatan daya beli.

"Belanja pemerintah itu harus mampu mengerek kontribusi non-APBN. Benar-benar menjadi stimulus, ada investasi-investasi non-APBN yang nanti benar-benar tingkat kontribusinya buat kesejahteraan rakyat, menciptakan lapangan kerja, penguatan daya beli masyarakat, kemudian kelas menengah bukannya menurun tapi menaik. Nah ini yang harus pemerintah upayakan dengan sebaik-baiknya," katanya.

Ancaman PHK di berbagai sektor industri juga menjadi sorotan yang harus segera diantisipasi melalui kebijakan fiskal yang efektif. "Pemerintah perlu membuat kebijakan dengan anggaran yang ada. Di satu sisi kami bicara soal percepatan pertumbuhan, tapi di sisi lain ternyata PHK terus ada. Kami juga dihadapkan pada isu ternyata beberapa industri mau pindah ke negara lain," ujarnya.

APBN diharapkan mampu menjadi katalis bagi investasi agar dunia usaha tetap berkembang dan mampu menyerap tenaga kerja.

"APBN kami yang memang terbatas itu benar-benar mampu menjadi mitra bagi dana-dana non-APBN, mereka bisa terus bertahan, mengembangkan industri, menciptakan hilirisasi, menyerap tenaga kerja yang berkualitas, dan menyejahterakan untuk semua," pungkasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index