IHSG Diproyeksi Bergerak Sideways di Tengah Sentimen Pasar Regional

IHSG Diproyeksi Bergerak Sideways di Tengah Sentimen Pasar Regional
Ilustrasi IHSG, Sumber: investasi.kontan.

JAKARTA - Pasar saham Amerika Serikat ditutup bervariasi cenderung melemah pada perdagangan Senin (22/6/2026). Indeks Dow Jones tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,29 persen, sedangkan indeks S&P 500 mengalami penurunan sebesar 0,37 persen dan Nasdaq merosot hingga 1,32 persen. Pergerakan saham di AS dipengaruhi oleh penurunan harga minyak mentah, pelemahan saham SpaceX, kelanjutan proses negosiasi antara AS dan Iran, serta adanya tekanan aksi jual pada saham-saham teknologi raksasa. 

Sementara itu, imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun merangkak naik 1,25 persen menuju level 4,509 persen, beriringan dengan indeks dolar AS yang menguat sebesar 0,17 persen ke posisi 101,02.

Sektor komoditas global juga menunjukkan pergerakan yang variatif pada penutupan perdagangan hari Senin (22/6). Harga minyak WTI terpantau melemah sebesar 2,32 persen ke level USD 74,82 per barel, dan Brent terkoreksi sebesar 3,31 persen menjadi USD 77,90 per barel.

Di sisi lain, harga batu bara bergerak stagnan di posisi USD 131,50 per ton. Komoditas CPO mencatatkan penguatan sebesar 2,14 persen ke level MYR 4,672 per ton, serta komoditas emas ikut naik sebesar 0,83 persen menuju posisi USD 4,190 per ons.

Untuk kawasan Asia, mayoritas bursa saham ditutup menguat pada perdagangan Senin (22/6) kemarin, meskipun indeks Hang Seng melemah sebesar 0,65 persen. Indeks Nikkei berhasil menguat sebesar 1,55 persen dan indeks Shanghai melonjak sebesar 1,78 persen.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG justru ditutup melemah sebesar 0,98 persen ke level 6.116,69. Pelemahan ini diiringi dengan aksi jual bersih oleh investor asing yang mencapai total IDR 1.114,6 miliar, meliputi IDR 1.111,7 miliar di pasar reguler dan IDR 2,9 miliar di pasar negosiasi.

Aksi net jual investor asing paling besar melanda beberapa saham berikut ini: 

BBRI sebesar IDR 261,9 miliar 

TPIA sebesar IDR 174,6 miliar 

BBNI sebesar IDR 110,5 miliar

Di sisi lain, aksi net beli instansi asing terbesar dikoleksi oleh saham-saham berikut: T

INS sebesar IDR 120,9 miliar 

ANTM sebesar IDR 90,5 miliar 

DSSA sebesar IDR 28,4 miliar

Pergerakan indeks juga didorong oleh saham BYAN, CASA, dan AMRT yang menjadi top leading movers. Sebaliknya, saham BBRI, TLKM, dan BMRI menjadi pemberat utama atau top lagging movers. Pada pembukaan perdagangan hari Selasa (23/6) pagi ini, bursa Asia bergerak lebih rendah dengan indeks KOSPI turun sebesar 1,75 persen dan Nikkei melemah 0,52 persen.

“Hari ini, kami memperkirakan IHSG bergerak sideways di tengah sentimen yang beragam di pasar regional dan komoditas,” sebutnya dalam riset Selasa (23/6/2026).

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index