JAKARTA - Tiga saham yang terdiri dari PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) direkomendasikan untuk transaksi cepat atau quick trade jangka pendek pada 19 Juni 2026. Berdasarkan analisis pergerakan grafik, Indeks Harga Saham Gambungan (IHSG) diperkirakan memiliki peluang untuk mengakhiri perdagangan di posisi yang lebih tinggi.
Untuk saham BTPS, investor disarankan untuk mempertahankan atau melakukan transaksi cepat pada kisaran Rp945 sampai Rp1.005. Pada perdagangan 18 Juni 2026, harga saham ini mengalami kenaikan sebesar 1,00 persen menjadi Rp1.015.
Secara pergerakan grafik, saham ini berada di atas indikator rata-rata bergerak 20 hari di angka Rp944 dan rata-rata bergerak 50 hari di posisi Rp982, yang memperkuat arah kenaikan dengan struktur yang kuat.
Indikator kekuatan relatif yang berada di angka 60,33 menunjukkan daya beli yang semakin kuat dengan peluang kenaikan yang masih terbuka. Area batas bawah terdekat berada pada Rp982 sampai Rp945, sedangkan area batas atas berada di kisaran Rp1.015 sampai Rp1.070.
Strategi yang dapat diterapkan adalah melakukan transaksi cepat atau membeli saat harga mengalami penurunan ke area Rp945 sampai Rp1.005.
Pengambilan posisi disarankan fokus pada area Rp945 sampai Rp985 demi mendapatkan perbandingan risiko dan keuntungan yang lebih baik. Target untuk mengambil keuntungan dipatok pada kisaran Rp1.070 sampai Rp1.100, dengan batas pemotongan kerugian pada Rp840.
Sementara itu, saham MBMA direkomendasikan untuk dipertahankan atau ditransaksikan cepat pada area Rp475 sampai Rp530. Harga terakhir dari saham ini mencatatkan kenaikan sebesar 3,88 persen ke level Rp535 pada penutupan perdagangan 18 Juni 2026.
Secara analisis grafik, posisi saham berada di atas rata-rata bergerak 20 hari di Rp471 dan mendekati rata-rata bergerak 50 hari di Rp560, yang menandakan adanya daya pemulihan harga dengan peluang menembus batas atas yang mulai terbuka.
Indikator kekuatan relatif berada di angka 63,35, memperlihatkan momentum beli yang meningkat. Batas bawah terdekat berada pada kisaran Rp530 sampai Rp475, sementara batas atas berada di Rp560 sampai Rp565.
Sebagai perusahaan penyedia bahan baku baterai kendaraan listrik, kondisi saham ini ikut dipengaruhi oleh pergerakan harga nikel dunia yang terpantau turun sebesar 1,18 persen menjadi 17.653 dolar AS per ton pada 18 Juni 2026. Di sisi lain, langkah pembelian kembali saham senilai Rp1,46 triliun yang telah berjalan sejak 17 Juni 2026 menjadi pendorong sentimen positif dalam jangka pendek.
Langkah investasi yang dianjurkan adalah melakukan transaksi cepat atau masuk saat harga melemah ke kisaran Rp475 sampai Rp530. Investor sebaiknya mengutamakan pembelian di area Rp475 sampai Rp500. Target penjualan profit berada di angka Rp565 sampai Rp580, dengan batas toleransi risiko rugi di level Rp430.
Untuk saham ANTM, rekomendasi yang diberikan adalah mempertahankan atau bertransaksi cepat di area Rp2.920 sampai Rp3.140. Harga penutupan terakhir saham ini naik sebesar 0,32 persen menuju Rp3.170 pada perdagangan 18 Juni 2026.
Melalui pendekatan grafik, saham ini berada di atas rata-rata bergerak 20 hari di Rp2.917 dan mendekati rata-rata bergerak 50 hari di Rp3.355, mengindikasikan arah pergerakan naik yang terkonfirmasi.
Indikator kekuatan relatif berada pada posisi 65,27 yang mencerminkan daya beli yang menguat. Batas bawah terdekat berada di posisi Rp3.130 sampai Rp2.920, sedangkan batas atas berada di kisaran Rp3.330 sampai Rp3.430.
Sebagai perusahaan pertambangan komoditas negara, pergerakan harganya dapat terus dipantau di tengah penurunan harga emas sebesar 0,33 persen menjadi 4.196 dolar AS per troy ounce pada 18 Juni 2026. Penurunan harga emas dalam jangka pendek ini menjadi hal penting yang harus diperhatikan oleh pelaku pasar sebelum mengambil titik masuk pasar.
Strategi perdagangan yang disarankan adalah transaksi cepat atau membeli ketika terjadi koreksi ke kisaran Rp2.920 sampai Rp3.140. Area beli utama yang direkomendasikan berada di Rp2.920 sampai Rp3.000. Untuk target ambil untung berada pada level Rp3.330 sampai Rp3.430, dengan batas minimal membatasi kerugian di angka Rp2.470.
Berikut adalah rincian panduan untuk ketiga saham tersebut:
Saham: BTPS Rekomendasi: Hold / Quick Trade Entry Area: Rp945–1.005 Target Harga: Rp1.070–1.100 Stop Loss: Rp840
Saham: MBMA Rekomendasi: Hold / Quick Trade Entry Area: Rp475–530 Target Harga: Rp565–580 Stop Loss: Rp430
Saham: ANTM Rekomendasi: Hold / Quick Trade Entry Area: Rp2.920–3.140 Target Harga: Rp3.330–3.430 Stop Loss: Rp2.470
Pada perdagangan hari Kamis tanggal 18 Juni, pasar saham domestik ditutup melemah sebesar 48 poin atau berkurang sebesar 0,78 persen ke level 6.172, diikuti aksi jual bersih oleh investor asing senilai Rp111 miliar.
Penurunan ini didorong oleh sektor infrastruktur yang minus 1,96 persen, sektor keuangan melemah 1,32 persen, serta sektor kesehatan yang turun 1,07 persen. Beberapa saham perbankan dan telekomunikasi besar menjadi penekan utama pergerakan, sementara nilai tukar rupiah terpantau menguat sebanyak 28 poin ke posisi Rp17.710 per dolar AS.
Kondisi pasar saham saat ini dinilai masih berada dalam tahap pemulihan jangka pendek, meski daya dorongnya mulai terlihat melemah pada area jenuh beli. Posisi indeks saat ini di level 6.172 masih berada di bawah area penahan utama di kisaran 6.377 sampai 6.820.
Jika pergerakan mampu melewati angka 6.377, peluang menuju level 6.820 akan terbuka, namun jika gagal bertahan, terdapat risiko pelemahan kembali ke area 5.800 sampai 5.318.
Untuk perdagangan pada tanggal 19 Juni 2026, pergerakan indeks diperkirakan akan berada pada rentang angka 6.074 sampai 6.235 dengan peluang besar untuk mengakhiri hari di zona hijau.
Kesimpulannya, saham BTPS, MBMA, dan ANTM menjadi opsi menarik untuk perdagangan cepat di tengah pergerakan pasar domestik yang sedang berada dalam fase pemulihan dengan daya dorong yang terbatas.
Indikator kekuatan relatif dari ketiga saham tersebut berada di kisaran angka 60 sampai 65, yang menandakan adanya penguatan daya beli. Pelaku pasar diharapkan mengutamakan titik masuk pada batas bawah area yang ditentukan dan disiplin menerapkan batasan keluar demi menjaga risiko investasi.