Harga Emas Perhiasan di Palembang Naik Jadi Rp14,5 Juta per Suku

Harga Emas Perhiasan di Palembang Naik Jadi Rp14,5 Juta per Suku
Ilustrasi Emas Perhiasan, Sumber: paltv.disway.

PALEMBANG - Harga perhiasan berbahan emas terpantau mengalami lonjakan yang cukup signifikan pada hari ini.

Peningkatan harga tersebut menyentuh angka Rp200 ribu, sehingga memposisikan harga logam mulia ini pada nominal Rp14,5 juta per suku untuk tingkatan yang paling rendah.

Meski demikian, nilai jual tersebut masih berpotensi mengalami perubahan sewaktu-waktu dengan mengikuti arah pergerakan dari harga emas di pasar global.

Pada salah satu pusat penjualan perhiasan di Kawasan Pasar 16, aktivitas operasional dilaporkan sedang libur pada hari ini dan direncanakan akan kembali melayani konsumen pada Sabtu, 6 Juni 2026.

Walaupun sedang tutup, pencatatan harga terakhir yang berlaku di lokasi tersebut berada pada angka Rp14,75 juta per suku khusus untuk komoditas cincin.

Sementara itu, untuk produk berupa kalung dan gelang dipasarkan dengan nominal yang sedikit lebih rendah, yakni selisih Rp100 ribu menjadi Rp14,65 juta per suku.

Nominal yang tertera tersebut sudah mencakup keseluruhan biaya produksi dari pembuatan perhiasan dengan tingkat kadar emas sebesar 22 karat atau setara dengan 92 persen.

Kenaikan nilai jual juga terdeteksi di pusat penjualan kawasan lainnya pada hari ini.

Lonjakan yang terjadi tergolong cukup besar, di mana harga bergerak menuju angka Rp14,5 juta per suku, atau mengalami kenaikan sebesar Rp200 ribu jika dibandingkan dengan posisi harga terakhir pada Kamis, 4 Juni 2026.

Patokan harga tersebut berlaku secara merata untuk segala jenis perhiasan dan sudah digabungkan dengan upah ongkos penjualannya.

Selain itu, terdapat juga kebijakan potongan harga sebesar 4 persen dari nilai emas yang berlaku pada hari yang bersangkutan.

Nilai jual dari komoditas ini memang tetap berpotensi mengalami fluktuasi kapan saja, bahkan dalam rentang waktu satu hari yang sama.

Secara umum, pergeseran nilai jual logam mulia ini turut dipengaruhi oleh pergerakan kurs mata uang rupiah maupun situasi geopolitik internasional yang sedang berkembang.

Kondisi ketegangan yang terjadi di antara negara-negara berkekuatan besar seperti Amerika Serikat, China, hingga Rusia juga turut menjadi faktor pendorong berubahnya harga komoditas tersebut.

Situasi pergerakan ini sejatinya dapat dimanfaatkan oleh publik untuk melakukan pembelian atau memulai langkah investasi jangka panjang.

Hal itu dikarenakan nominal saat ini masih belum menyentuh titik tertinggi dari sejarah perjalanan harga perhiasan di wilayah ini.

Bagi masyarakat yang baru pertama kali melakukan transaksi, disarankan untuk menghindari pembelian dalam satuan ukuran gramasi yang terlalu besar.

Langkah awal yang lebih bijak adalah dengan memulainya dari ukuran gramasi yang kecil terlebih dahulu, seperti pada pecahan 0,5 gram, 1 gram, ataupun 2 gram.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index