JAKARTA - Instrumen investasi berupa simpanan berjangka masih menjadi opsi andalan bagi masyarakat luas hingga saat ini.
Khususnya pada lembaga keuangan milik negara skala besar seperti Bank Negara Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, serta Bank Mandiri.
Institusi tersebut secara konsisten menyajikan jaminan keamanan komitmen beserta potensi imbal hasil yang relatif konstan.
Memasuki periode Juni 2026, terdapat kebijakan baru dari bank sentral berupa peningkatan BI-Rate menuju level 5,25 persen.
Hal ini memberikan dampak bagi ketersediaan dana likuiditas perbankan, dengan tujuan agar imbal hasil simpanan tersebut tetap bertahan dan kompetitif bagi para deposan.
Ketiga institusi keuangan berpelat merah tersebut menyajikan persentase imbal hasil simpanan berjangka yang cukup variatif.
Besaran keuntungan diselaraskan dengan durasi waktu penitipan dana yang disepakati oleh nasabah.
Pada prinsipnya, semakin lama durasi penyimpanan dana, maka potensi keuntungan yang bisa didapatkan juga akan semakin optimal.
Berikut merupakan rincian mengenai persentase keuntungan simpanan berjangka yang berlaku pada institusi BNI:
Tenor 1 bulan sebesar 2,25 persen
Tenor 3 bulan sebesar 2,50 persen
Tenor 6 bulan sebesar 2,75 persen
Tenor 12 dan 24 bulan sebesar 2,50 persen
Bukan hanya BNI, institusi BRI juga menerapkan skema persentase keuntungan yang bermacam-macam.
Berikut merupakan rincian untuk produk simpanan berjangka mata uang domestik:
Tenor 1 dan 3 bulan sebesar 3,25 persen hingga 3,50 persen
Tenor 6 sampai 36 bulan sebesar 3 persen
Sementara itu, institusi Bank Mandiri menyajikan persentase keuntungan simpanan berjangka dengan rincian ketetapan yang berlaku sebagai berikut:
Tenor 1 dan 3 bulan sebesar 2,25 persen
Tenor 6 hingga 24 bulan sebesar 2,50 persen
Masyarakat luas perlu menyadari bahwa pergerakan keuntungan simpanan berjangka mata uang domestik turut dipengaruhi oleh dinamika perekonomian internasional maupun kondisi dalam negeri.
Sebagai contoh yakni regulasi biaya modal yang diputuskan oleh bank sentral, pergeseran nilai tukar mata uang Garuda, lonjakan harga bahan bakar, hingga isu politik dunia.
Para pemilik modal disarankan untuk menetapkan langkah penempatan dana secara logis dengan mendalami seluruh data yang dipublikasikan.
Data dapat diakses lewat laman digital resmi ataupun gerai operasional terdekat.
Melalui langkah tersebut, produk simpanan ini dapat menjelma sebagai sarana penempatan dana yang efisien jika dipadukan dengan target finansial serta perencanaan yang matang.