Pergerakan IHSG Diperkirakan Menguat Jelang Pidato RAPBN 2027 Prabowo

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:39:37 WIB
Ilustrasi investor saham (FOTO: NET)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bakal bergerak menguat pada sesi perdagangan hari ini, Jumat (14/8/2026).

Pada hari ini, Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan Pidato Kenegaraan mengenai Penyampaian Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya.

Dari sumbernya menyatakan bahwa IHSG memiliki ruang penguatan dengan batas support pada level 6.201 hingga 6.029 serta resistance pada kisaran 6.454 sampai 6.599.

"IHSG berpeluang menguat dengan target 6,440-6,544. Worst case (merah), IHSG sudah menyelesaikan wave (a) pada pola diagonal dan rawan terkoreksi ke rentang 5,890-6,192 untuk membentuk wave (b)," kata dari sumbernya dalam laporan harian, Jumat (14/8/2026).

Pada kurun perdagangan sebelumnya, IHSG terpangkas sebesar 1,13 persen menuju level 6.301 seiring hadirnya tekanan jual di pasar.

Meski demikian, laju koreksi tersebut terpantau masih sanggup tertahan oleh garis moving average 20 hari (MA20).

Sementara itu, analisis dari sumbernya memaparkan bahwa penurunan indeks pada hari sebelumnya dipicu oleh dikeluarkannya sejumlah saham dalam rebalancing indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Di samping itu, tekanan pada indeks juga terjadi menjelang agenda pidato kenegaraan Presiden RI terkait RAPBN 2027 pada Jumat ini.

"Serta aksi profit taking," tulis laporan tersebut.

Ditinjau secara teknikal, laporan tersebut menguraikan bahwa posisi IHSG masih berada di atas garis MA20.

Walau begitu, penyempitan histogram positif MACD berlanjut serta berpotensi membentuk pola death cross.

"Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 6.230-6.370 pada perdagangan Jumat," tulis laporan tersebut.

Pada sisi yang berbeda, nilai tukar mata uang rupiah pada perdagangan kemarin justru membukukan penguatan sebesar 0,03 persen ke posisi 17.870 per dolar AS.

Laju penguatan rupiah ini salah satunya didorong oleh maraknya aksi beli yang berlangsung di pasar obligasi dalam negeri.

Sebagai catatan tambahan, imbal hasil (yield) SUN untuk tenor 1 tahun melandai sebesar 2,9 basis poin (bps) hingga bertengger di angka 6,87 persen.

Tags

Terkini