Proyeksi IHSG Hari Ini Berpeluang Menguat Menjelang Pidato RAPBN 2027

Proyeksi IHSG Hari Ini Berpeluang Menguat Menjelang Pidato RAPBN 2027
Ilustrasi investor saham

JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melangkah ke zona hijau pada transaksi perdagangan Jumat (14/8/2026).

Langkah pasar hari ini bertepatan dengan agenda Presiden RI Prabowo Subianto yang hendak membacakan Pidato Kenegaraan tentang Penyampaian Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2027 berikut Nota Keuangannya.

Dari sumbernya memprediksi IHSG berpotensi naik dengan area support berada di rentang 6.201 sampai 6.029 dan batas resistance di level 6.454 hingga 6.599.

"IHSG berpeluang menguat dengan target 6,440-6,544. Worst case (merah), IHSG sudah menyelesaikan wave (a) pada pola diagonal dan rawan terkoreksi ke rentang 5,890-6,192 untuk membentuk wave (b)," ujar dari sumbernya melalui riset harian, Jumat (14/8/2026).

Pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG mencatatkan penurunan sebesar 1,13 persen menuju posisi 6.301 yang diiringi maraknya aksi jual investor.

Walau demikian, pelemahan indeks masih dapat tertopang oleh pergerakan moving average 20 hari (MA20).

Di sisi lain, publikasi riset dari sumbernya menyebutkan penurunan indeks pada hari kemarin turut dipengaruhi oleh keluarnya beberapa saham dari rebalancing indeks internasional Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Selain faktor tersebut, pelemahan indeks dipicu oleh kecenderungan pelaku pasar yang bersikap wait and see menjelang pidato kenegaraan Presiden RI terkait RAPBN 2027 hari Jumat ini.

"Serta aksi profit taking," sebut riset tersebut.

Secara analisis teknikal, riset itu memaparkan bahwa pergerakan IHSG sejauh ini masih tertahan pada MA20.

Meski demikian, tren penyempitan histogram positif MACD terus berlangsung dan berisiko menciptakan sinyal death cross.

"Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 6.230-6.370 pada perdagangan Jumat," sebut riset tersebut.

Sebaliknya, pada sesi perdagangan kemarin, mata uang rupiah justru mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,03 persen menuju level 17.870 per dolar AS.

Apresiasi rupiah ini di antaranya terdorong oleh maraknya transaksi pembelian pada pasar surat utang domestik.

Adapun catatan tambahan memperlihatkan imbal hasil (yield) SUN tenor 1 tahun mengalami penurunan 2,9 basis poin (bps) menjadi 6,87 persen.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index