Sentimen Geopolitik Trump Tekan Rupiah hingga Level Rp17.430

Selasa, 12 Mei 2026 | 15:38:15 WIB
Ilustrasi Rupiah diprediksi fluktuatif, Sumber (NET).

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diproyeksikan akan bergerak fluktuatif pada Selasa, 12 Mei 2026. Walaupun begitu, mata uang Indonesia ini diperkirakan bakal berakhir melemah di kisaran Rp17.380 sampai Rp17.430 per dolar AS.

Merujuk data RTI Infokom pada Senin, 11 Mei 2026, nilai tukar rupiah sudah mengalami penurunan sebesar 32 poin menuju level Rp17.414 per dolar AS. Di sisi lain, indeks dolar AS justru menguat 0,09 persen ke angka 97,98.

Kondisi lesu ini turut melanda sebagian besar mata uang di kawasan Asia. Yen Jepang mengalami pelemahan 0,28 persen, won Korea merosot 0,37 persen, sementara baht Thailand serta dolar Hong Kong juga terkoreksi masing-masing 0,81 persen dan 0,01 persen.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memaparkan bahwa posisi keras Presiden AS Donald Trump menjadi pendorong utama penguatan dolar. Trump diketahui menolak usulan perdamaian terbaru dari Iran dan menyatakan bahwa respons dari Teheran tidak bisa diterima.

Pernyataan tersebut menghempaskan ekspektasi pasar terkait penurunan ketegangan di kawasan Teluk. Kondisi ini melahirkan kecemasan bagi para pelaku pasar global atas stabilitas ekonomi serta rute pengiriman energi di wilayah tersebut.

“Komentar tersebut meningkatkan risiko geopolitik. Fokus pasar tetap tertuju pada Selat Hormuz yang sebagian besar masih tertutup sejak konflik dimulai,” ujar Ibrahim dalam keterangannya, Senin 11 Mei 2026.

Ibrahim mengungkapkan bahwa saat ini pelaku pasar tengah menunggu rencana pertemuan antara Trump dengan Presiden Xi Jinping di Beijing pada akhir pekan ini. Pertemuan tersebut diagendakan untuk membicarakan persoalan perdagangan hingga krisis yang terjadi di Iran.

Tak hanya itu, para investor juga sedang memantau rilis data inflasi Amerika Serikat periode April serta data penjualan ritel pada pekan ini. Padahal, jika meninjau faktor dari dalam negeri, terdapat sentimen positif yang pada dasarnya menyokong penguatan rupiah.

Bank Indonesia telah merilis Survei Konsumen April 2026 yang memperlihatkan adanya peningkatan Indeks Keyakinan Konsumen ke posisi 123,0. Angka tersebut melampaui posisi pada Maret 2026 yang berada di level 122,9.

“Terjaganya keyakinan konsumen didorong oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini [IKE] yang naik ke level 116,5, mencerminkan optimisme masyarakat terhadap ketersediaan lapangan kerja dan daya beli,” pungkas Ibrahim.

Ibrahim berpendapat bahwa meski data domestik memperlihatkan adanya perbaikan, tekanan geopolitik global tetap menjadi ganjalan utama. Di samping itu, kekhawatiran mengenai kebijakan suku bunga The Fed masih terus membayangi pergerakan nilai tukar rupiah.

Terkini