IHSG Berpeluang Rebound ke 7.130 Usai Merosot Tajam Akhir Pekan

Senin, 11 Mei 2026 | 15:12:12 WIB
Ilustrasi IHSG,sumber (NET).

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki celah untuk berbalik arah menguat atau rebound pada perdagangan hari ini. Peluang ini terbuka setelah indeks terkoreksi cukup dalam sebesar 2,86 persen ke posisi 6.969 pada penutupan pekan lalu.

Penurunan tersebut dibarengi dengan aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing dengan nilai total mencapai Rp485 miliar. Sejumlah saham yang banyak dilepas investor mancanegara meliputi BMRI, BUMI, BREN, ADRO, dan DSSA.

"IHSG berpotensi short term teknikal rebound hari ini ke 7.070-7.130. Tetapi gunakan untuk 'sell on high' karena IHSG masih rentan kembali koreksi," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman dalam analisisnya, Senin, 11 Mei 2026.

Istilah sell on high merupakan strategi melepas saham ketika harga mencapai level tertinggi atau saat penguatan signifikan terjadi. Langkah ini diambil untuk mengamankan keuntungan (profit taking) sebelum harga berisiko kembali turun.

Fanny memprediksi pergerakan IHSG hari ini akan berada di level support 6.650-6.850, sementara level resistansi diproyeksikan pada rentang 7.070-7.130.

Kondisi pasar global terpantau bervariasi pada akhir pekan kemarin. Bursa Amerika Serikat menguat, berbanding terbalik dengan bursa Asia yang mayoritas ditutup di zona merah.

"Indeks saham S&P 500 & Nasdaq mencapai rekor tertinggi didorong oleh menguatnya saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI)," ucap Fanny. Tercatat S&P 500 naik 0,84 persen, Nasdaq melonjak 1,71 persen, dan Dow Jones naik tipis 0,02 persen.

Data tenaga kerja AS juga menunjukkan hasil yang lebih kuat dari perkiraan, yang mencerminkan ketangguhan pasar kerja setempat. Angka pengangguran periode April bertahan di level 4,3 persen.

"Kondisi itu memperkuat ekspektasi bahwa the Fed akan mempertahankan suku bunga untuk beberapa waktu. Yakni antara 3,50-3,75 persen hingga akhir tahun," ujar Fanny.

Di sisi lain, sentimen positif terkait laba perusahaan membantu investor sedikit mengabaikan ketegangan militer antara AS dan Iran di Teluk. Namun di Asia, bursa saham justru melemah akibat kekhawatiran atas eskalasi konflik di Timur Tengah.

Di Jepang, Nikkei 225 turun 0,19 persen, sedangkan Kospi Korea Selatan naik 0,11 persen. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong turun 0,87 persen, Taiex Taiwan melemah 0,79 persen, dan CSI 300 Tiongkok terkoreksi 0,58 persen.

Terkini