Volume Transaksi Digital RI Tumbuh 36,88% pada Kuartal II-2026

Volume Transaksi Digital RI Tumbuh 36,88% pada Kuartal II-2026

MEDIAKEUANGAN.ID — Direktur Ekonomi Digital Celios, Nailul Huda, mengatakan konsumen kini makin berorientasi pada harga. Sebelum memutuskan membeli, pembeli membandingkan harga di marketplace dengan toko fisik.

"Di kondisi seperti ini, harga di e-commerce bisa lebih murah dibandingkan dengan di toko offline," ujarnya, Jumat (28/8/2026).

Kebiasaan ini memunculkan istilah rojali dan rojana. Masyarakat mengunjungi mal untuk melihat-lihat produk, lalu menyelesaikan pembelian secara online karena harga di marketplace dinilai lebih kompetitif.

Dompet Digital Kian Digunakan untuk Belanja Online

Perilaku tersebut ikut mendorong pemakaian dompet digital. Berdasarkan studi Ipsos Digital Wallet Research 2026, 86% pengguna dompet digital memakai layanan itu untuk online shopping.

Wakil Ketua Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Budi Priawan, menegaskan bahwa dompet digital sudah menjadi bagian penting dari ekosistem pembayaran e-commerce. "E-wallet sudah menjadi salah satu bagian penting dari ekosistem pembayaran e-commerce," terangnya, Rabu (26/6).

Bank Indonesia mencatat transaksi lewat aplikasi mobile tumbuh 31,39% secara tahunan, sementara QRIS naik 100,12%. Budi menyebut kemudahan, kecepatan pembayaran, integrasi dengan layanan digital, serta keamanan akun menjadi alasan konsumen memilih dompet digital.

LinkAja Catat Pertumbuhan Transaksi Marketplace

Tren ini terlihat di LinkAja. CEO LinkAja, Yogi Rizkian Bahar, menyebut transaksi marketplace melalui platformnya tumbuh sekitar 10% pada semester I-2026, baik dari volume maupun nilai, dibandingkan periode sebelumnya. Kontribusinya mencapai 8% dari pertumbuhan transaksi total LinkAja.

Pertumbuhan terutama berasal dari produk digital seperti telekomunikasi dan Payment Point Online Bank (PPOB). "Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas belanja digital saat ini tidak hanya didorong oleh kebutuhan konsumtif, tetapi juga kebutuhan yang bersifat esensial dan memiliki frekuensi penggunaan yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari," jelas Yogi.

Dampaknya untuk Penjual Marketplace

Bagi pelaku UMKM, kombinasi marketplace dan dompet digital membuka peluang. Konsumen yang sensitif harga cenderung mencari penawaran terbaik, sedangkan promo dompet digital bisa menekan biaya transaksi.

Penjual perlu mempertimbangkan harga kompetitif dan memanfaatkan momen promo dompet digital untuk menarik pembeli. Ekosistem yang saling melengkapi ini berpotensi menjaga aktivitas belanja online tetap tumbuh, meski daya beli sedang tertekan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index