Kapasitas Produksi Bawah Tanah Freeport Dipatok Normal Pada Akhir 2027

Kapasitas Produksi Bawah Tanah Freeport Dipatok Normal Pada Akhir 2027
Area tambang terbuka Grasberg (FOTO: NET)

JAKARTA - Pihak Freeport-McMoRan (FCX) mengonfirmasi bahwasanya volume hasil tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) di kawasan Papua Tengah garapan PT Freeport Indonesia (PTFI) bakal pulih total 100% di penghujung 2027.

Langkah ini berjalan seiring eskalasi operasional berkala dalam menanggulangi imbas musibah luapan lumpur yang sempat menghambat kegiatan penambangan pada September 2025 lampau.

Dari sumbernya memaparkan bahwasanya perseroan kini menorehkan progres positif pada agenda akselerasi volume GBC.

Dari sumbernya menandaskan perseroan senantiasa memprioritaskan pemulihan penuh operasional GBC secara selamat demi mengamankan performa finansial.

"Tim Freeport mencapai hasil yang kuat pada kuartal kedua, didukung oleh pelaksanaan rencana operasi kami yang solid dan harga yang menguntungkan bagi produk kami. Kami mencatat kemajuan yang stabil dalam peningkatan operasional di Grasberg," ujarnya dalam Laporan FCX Semester I 2026, dikutip Kamis (6/8/2026).

Laporan FCX memproyeksikan, output operasional PTFI secara menyeluruh bakal berangsur naik hingga menyentuh angka 65% pada semester kedua tahun berjalan.

Patokan hasil panen tambang tersebut bakal terus dipacu sampai menyentuh kapasitas maksimal pada akhir 2027.

"Tingkat produksi PTFI secara keseluruhan diperkirakan akan mendekati 65% pada paruh kedua tahun 2026, 80% pada pertengahan 2027, dan mendekati kapasitas penuh pada akhir tahun 2027," tulis laporan itu.

Unit usaha PTFI pun telah membereskan seluruh fase pembenahan serta perbaikan yang dibutuhkan guna memulihkan kegiatan di Blok Produksi 2 dan 3 semenjak akhir Maret 2026.

Kini, para petugas di area operasional sedang memacu peremajaan sarana pengolahan material di lini angkut supaya alur distribusi komoditas tembaga serta emas terdistribusi tepat waktu.

"Setelah insiden luapan lumpur eksternal pada September 2025, PTFI telah memajukan serangkaian aktivitas untuk menangani insiden tersebut dan tetap fokus pada peningkatan kapasitas operasional yang aman dan berkelanjutan menuju kapasitas penuh," tambah laporan itu.

Di luar agenda pemulihan, PTFI turut menggenjot penanaman modal bagi ekspansi wilayah tambang seperti Blok Kucing Liar yang hingga Juni 2026 menggelontorkan dana senilai US$ 1,4 miliar atau sepadan Rp 25 triliun (patokan kurs Rp 17.923).

Langkah ini menegaskan ikhtiar perseroan memperketat manajemen risiko melalui penerapan teknologi modern beserta jaringan pembuangan air canggih demi mengamankan kelangsungan produksi nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index