MEDIAKEUANGAN.ID — Ketegangan antara UEFA dan FIFA semakin memuncak. Dalam wawancara dengan podcast The Rest is Politics: Leading, Ceferin menyebut skema FFE yang digagas Infantino sebagai upaya menjual sepak bola secara harfiah, bukan sekadar ancaman terhadap struktur kompetisi seperti Liga Super.
"Saya pikir rencana ini bahkan lebih buruk daripada rencana Super League. Dalam kasus pertama, klub-klub super penting ingin membuat liga mereka sendiri, itu salah dan akan menghancurkan sepak bola. Tetapi dalam kasus ini, sepak bola benar-benar akan dijual," ujar Ceferin, dikutip dari The Guardian.
Skema Fifa Forward Enterprise resmi dihentikan pada awal Agustus setelah mendapat penolakan luas. Namun Ceferin menegaskan pentingnya sikap kolektif yang diambil UEFA bersama Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (Concacaf) serta Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) untuk memblokir rencana tersebut.
Upaya Kedua Menjual Sepak Bola Berhasil Digagalkan
Ceferin menegaskan bahwa FFE adalah upaya kedua setelah Liga Super yang juga berhasil dihentikan pada 2021. Ia mengaku sulit membayangkan ada pihak yang tega menjual olahraga yang menjadi milik semua orang.
"Saya yakin sekali rencana FFE sudah mati. Bagi saya, hal terpenting adalah kami menghentikan upaya lain untuk menjual olahraga ini. Sulit membayangkan orang seperti apa yang mau menjual olahraga yang milik semua orang," tegasnya.
Soal kemungkinan Liga Super bangkit kembali dengan merek FIFA, Ceferin menegaskan itu tidak akan terjadi dalam satu dekade ke depan. "Mungkin terjadi dalam 20 tahun, siapa yang tahu. Tetapi untuk sekarang, kami bekerja sama dengan semua pihak dengan cara yang baik. Saya yakin itu tidak akan terjadi dalam 10 tahun ke depan," katanya.
Infantino Terancam Lawan di Pemilihan Presiden FIFA
Infantino menghabiskan akhir pekan lalu di Republik Dominika untuk mencari dukungan dari anggota Concacaf, langkah yang membuat banyak pihak kesal. Ceferin mengungkapkan bahwa keduanya sudah tidak berkomunikasi sejak skandal FFE mencuat.
"Saya tidak berbicara dengannya, dia tidak menghubungi saya sejak kejadian ini. Ada dua opsi. Satu, dia menyadari bahwa dia tidak punya dukungan—bukan hanya dukungan politik dari mereka yang memilih, tetapi dukungan dari komunitas sepak bola, penggemar, pemain, mantan pemain, dan pelatih. Kedua, dia maju dalam pemilihan Maret nanti, tetapi dalam kasus itu, saya pikir akan ada kandidat yang melawannya. Saya belum tahu siapa," ujar Ceferin.
Presiden Concacaf Victor Montagliani disebut-sebut sebagai kandidat potensial penantang Infantino jika pemilihan digelar di Rabat. Ceferin sendiri menegaskan tidak akan maju sebagai kandidat presiden FIFA. "Kredibilitas saya jauh lebih tinggi jika saya tidak tertarik pada posisi itu," katanya. Ia diperkirakan akan kembali terpilih tanpa lawan untuk periode keempat sebagai presiden UEFA pada April mendatang.
Enam Federasi Sepak Bola Nordik Nyatakan Tak Percaya pada Infantino
Enam asosiasi sepak bola negara Nordik mengeluarkan pernyataan bersama yang menyatakan kehilangan kepercayaan terhadap presiden FIFA dan khawatir dengan tata kelola organisasi tersebut. Mereka menuntut jaminan mengikat bahwa FIFA tidak akan pernah lagi membuka tata kelola atau kompetisinya untuk kepemilikan swasta, serta meminta tinjauan pihak ketiga secara menyeluruh terhadap skema FFE.
Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Norwegia menjadi asosiasi anggota pertama yang secara langsung meminta Infantino mundur. Infantino sendiri terbang langsung dari Republik Dominika ke Paris pada Minggu untuk menghadiri upacara penutupan Piala Dunia Esports, di mana ia terlihat bertegur sapa dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Ceferin juga mengomentari hubungan dekat Infantino dengan mantan Presiden AS Donald Trump, yang sempat meminta peninjauan kartu merah Folarin Balogun pada Piala Dunia 2026. "Itu lebih dari mengejutkan. Kami punya aturan, dan jika Anda tidak menghormati aturan Anda sendiri, maka permainan tidak masuk akal. Itu mengejutkan, dan percayalah, hampir semua orang terkejut. Hanya saja tidak semua orang berani berbicara," pungkasnya.