Dana Kelolaan Anjlok Rp534 Triliun, Hedge Fund AI Situational Awareness Nyaris Kolaps

Senin, 24 Agustus 2026 | 22:28:00 WIB

MEDIAKEUANGAN.ID — Kabar ini mengejutkan pasar keuangan global. Situational Awareness, yang sempat menjadi primadona dengan dana kelolaan menembus US$45 miliar (Rp801 triliun) pada awal Juli, harus menjual sebagian besar asetnya secara paksa untuk memenuhi kewajiban utang. Nilai dana tersebut kini menyusut drastis menjadi sekitar US$15 miliar (Rp267 triliun).

Kesalahan Besar di Balik Ambruknya Portofolio

Strategi Aschenbrenner sejak awal memang berisiko tinggi. Ia memasang taruhan besar dengan membeli saham perusahaan AI yang dianggap "pemenang", sambil berspekulasi melawan saham software yang diprediksi akan tergantikan. Untuk melipatgandakan keuntungan, dana ini meminjam hingga tiga kali lipat dari modal sendiri dan menggunakan instrumen derivatif kompleks bernama "flex options".

Bank-bank besar seperti Goldman Sachs, JPMorgan, dan Bank of America sempat mendanai strategi ini. Namun, beberapa pemberi pinjaman lain seperti Jefferies dan Barclays menolak karena menilai portofolio Situational terlalu terkonsentrasi dan sarat utang. Penolakan itu terbukti menjadi pertanda awal bencana.

Pemicu Kerugian: Kemunculan Model AI Murah

Masalah dimulai pertengahan Juli ketika model AI open-source murah dari China mengubah sentimen pasar secara drastis. Saham-saham andalan Situational seperti Bloom Energy, Sandisk, dan Nebius anjlok, sementara saham yang mereka "short"—Adobe, AppLovin, dan Figma—justru melonjak. Kerugian terjadi dari dua arah sekaligus, mempercepat kehancuran portofolio.

Pada 29 Juli, dalam upaya menyelamatkan diri, Aschenbrenner mencoba menjual saham perusahaan AI Anthropic senilai US$5 miliar dengan diskon 20 persen. Negosiasi dengan sejumlah investor besar seperti Sequoia dan Greenoaks hampir rampung, namun batal di menit-menit terakhir.

Penyelamatan Dadakan oleh Citadel

Di tengah kepanikan, Citadel dan Millennium Management muncul sebagai penyelamat. Kedua raksasa hedge fund ini membeli mayoritas portofolio saham likuid Situational dengan diskon sekitar 10 persen dari harga pasar. Kesepakatan yang melibatkan langsung bos Citadel, Ken Griffin, dari London itu baru ditandatangani pukul 9:10 pagi—hanya 20 menit sebelum pasar saham AS dibuka.

Akibat kekacauan ini, Jane Street, salah satu investor Situational, dilaporkan menanggung kerugian hingga US$15 miliar. Sementara itu, di tengah badai finansial tersebut, Aschenbrenner tetap melangsungkan pernikahannya dengan Avital Balwit, chief of staff CEO Anthropic, di Carmel, California. Dalam acara itu, sebuah toast setengah bercanda bahkan berterima kasih kepada Ken Griffin "karena membuat hari itu mungkin terjadi".

Pelajaran bagi Pasar dan Langkah Selanjutnya

Kasus ini menjadi pengingat akan bahaya leverage berlebihan di industri hedge fund, mengingatkan pada keruntuhan Archegos Capital beberapa tahun lalu. Namun, berbeda dengan Archegos yang benar-benar gulung tikar, Situational masih bertahan dan tengah membangun kembali portofolionya. Mereka baru saja menyuntikkan dana US$400 juta ke startup Source Foundry dan membeli saham SharonAI.

Tim Aschenbrenner kini tengah menemui klien satu per satu untuk menjelaskan penyebab kerugian dan melakukan evaluasi menyeluruh atas manajemen risiko. Perlahan, dana yang pernah menjadi bintang di Wall Street ini mencoba bangkit dari keterpurukan terbesar dalam sejarah singkatnya.

Terkini