JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan menguat terbatas pada perdagangan Rabu, setelah indeks ditutup melonjak 1,74 persen ke level 6.340 pada penutupan perdagangan Selasa pekan ini.
Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memproyeksikan IHSG bergerak pada rentang 6.306 sebagai level support dan 6.355 sebagai area resistance.
“Untuk Rabu kami perkirakan IHSG masih berpeluang menguat terbatas dengan support 6.306 dan resistance 6.355,” ujar dari Sumbernya saat dihubungi Kompas.com, Selasa malam.
Menurutnya, pelaku pasar perlu mewaspadai potensi aksi ambil untung setelah reli IHSG yang berlangsung sejak awal Juli.
Di sisi lain, perhatian investor juga tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang dijadwalkan berlangsung Rabu ini.
Secara konsensus, Bank Indonesia diperkirakan kembali menaikkan suku bunga acuan menjadi 6 persen.
“Diperkirakan rawan terjadi aksi profit taking setelah kenaikan IHSG yang terjadi sejak awal Juli. Dan juga investor masih mencermati akan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang secara konsensus diperkirakan akan naik ke 6 persen,” paparnya.
IHSG Menanjak di Tengah Guncangan Sektor Teknologi dan Geopolitik Global Artikel Kompas.id Herditya merekomendasikan beberapa saham yang dapat dicermati investor ritel pada perdagangan Rabu, diantaranya; PT Bumi Resources Minerals Tbk dengan target harga pada kisaran Rp 640 hingga Rp 670, PT Merdeka Copper Gold Tbk dengan proyeksi kenaikan Rp 2.840 hingga Rp 2.970, serta PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk pada kisaran harga Rp 2.820 hingga Rp 2.900.
Sejumlah analis juga merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai masih memiliki peluang menguat pada Rabu ini, seiring IHSG ditutup di zona hijau pada perdagangan Selasa.
Berikut rekomendasinya:
PT Amman Mineral Internasional Tbk.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai saham AMMN berhasil menembus atau breakout di atas level resistance psikologis Rp 4.000.
Pergerakan tersebut didukung peningkatan volume transaksi serta indikator Moving Average Convergence Divergence yang masih menunjukkan tren positif.
Hal tersebut mengindikasikan momentum bullish pada saham emiten tambang itu masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek.
Selama harga mampu bertahan di atas area breakout, peluang penguatan lanjutan masih terbuka.
Reza merekomendasikan trading buy untuk saham AMMN dengan level support di Rp 4.000 dan resistance di Rp 4.350.
PT Ciputra Development Tbk.
Analis BCA Sekuritas, Achmad Yaki, menilai saham CTRA membentuk pola white candlestick atau marubozu yang disertai penguatan indikator Relative Strength Index serta kenaikan volume transaksi.
Sinyal tersebut mencerminkan adanya dorongan beli yang cukup kuat.
Meski demikian, indikator stochastic saat ini telah berada di area overbought.
Kondisi itu membuat saham CTRA berpotensi mengalami aksi ambil untung atau sell on strength, terutama apabila gagal menembus area resistance di kisaran Rp 590 hingga Rp 630.
Yaki merekomendasikan sell on strength atau trading buy dengan support di Rp 530 dan resistance di Rp 675.
PT Hartadinata Abadi Tbk.
Adapun analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, mencatat saham HRTA masih bergerak sideways dalam rentang harga Rp 1.880 hingga Rp 1.980.
Meski demikian, indikator Moving Average Convergence Divergence menunjukkan penguatan tren yang sejalan dengan pergerakan Relative Strength Index yang berada di atas level 50.
Didukung peningkatan volume perdagangan, investor dapat mencermati peluang buy on breakout apabila harga mampu menembus level Rp 1.980.
Jika breakout berhasil terjadi, saham HRTA berpotensi melanjutkan penguatan menuju area resistance berikutnya.
Oktavianus merekomendasikan buy on breakout di atas Rp 1.980, dengan level support di Rp 1.850 dan resistance di Rp 2.150.
Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham.
Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas.
Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor.
Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.