Portofolio Investasi Dapen BCA Menyesuaikan Tren Pasar Saham dan SBN

Rabu, 22 Juli 2026 | 11:23:28 WIB
ILUSTRASI Porsi investasi Dana Pensiun BCA atau Dapen BCA (DPBCA) (FOTO: NET)

JAKARTA - Data statistik Otoritas Jasa Keuangan mencatat, investasi dana pensiun konvensional di Surat Berharga Negara naik 14,49% secara tahunan, menjadi Rp 159,17 triliun per Mei 2026.

Adapun alokasi di saham turun 26,54% secara tahunan, menjadi Rp 17,85 triliun per Mei 2026.

Dana Pensiun BCA yang merupakan Dana Pensiun Pemberi Kerja dengan Program Iuran Pasti menyampaikan secara industri, penyesuaian porsi portofolio mencerminkan adanya langkah taktis pelaku industri untuk memitigasi volatilitas pasar keuangan domestik.

Direktur Utama Dana Pensiun BCA, Budi Sutrisno menyampaikan bagi Dana Pensiun BCA, pengelolaan portofolio didasarkan pada prinsip kehati-hatian dengan fokus orientasi jangka panjang.

Dia menyebut porsi investasi Dana Pensiun BCA di instrumen saham pada 2026 memang berkurang, tetapi dalam batas yang terkendali.

"Dengan demikian, alokasi portofolio investasi kami secara umum tetap berjalan konsisten secara bertahap dan terukur," ungkap dari Sumbernya kepada Kontan, Selasa.

Lebih lanjut, Budi menerangkan kenaikan suku bunga acuan menjadi 5,75% yang mendorong peningkatan imbal hasil Surat Berharga Negara di pasaran membuka peluang taktis bagi dana pensiun untuk melakukan penempatan dana baru pada instrumen pendapatan tetap.

Upaya itu dilakukan guna mengunci imbal hasil jangka panjang yang lebih menarik.

Meski demikian, untuk target porsi alokasi Surat Berharga Negara di Dana Pensiun BCA ke depannya, Budi memproyeksikan masih tidak banyak perubahan dan akan tetap dikelola secara seimbang guna menjaga stabilitas portofolio.

Berdasarkan data terakhir per Juni 2026, dia bilang porsi penempatan instrumen Surat Berharga Negara Dana Pensiun BCA tercatat sebesar 38,98%.

Terkini