Tembus Level 6.000, IHSG Hari Ini Berpotensi Lanjutkan Penguatan

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19:10 WIB
Ilustrasi IHSG, Sumber: insight.kontan.

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki peluang besar untuk melanjutkan tren kenaikannya pada perdagangan hari Selasa (14/7). Hal ini terjadi setelah indeks sukses melewati level psikologis 6.000 pada penutupan perdagangan hari Senin (13/7/2026).

Laju penguatan IHSG didorong oleh sentimen positif pasca keputusan S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia. Tim riset Phintraco Sekuritas menyebut langkah ini menjadi pemicu positif yang dinanti para pelaku pasar saham dalam negeri.

Menurut mereka, para investor sebelumnya sempat khawatir akan adanya penurunan peringkat ataupun perubahan proyeksi di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

"Sentimen positif berasal dari S&P Global Ratings yang menegaskan peringkat kredit Indonesia pada BBB dengan outlook tetap stabil. Hal ini direspons positif oleh pasar yang sebelumnya khawatir jika peringkat atau prospek Indonesia diturunkan," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Senin (13/7/2026).

Dari kacamata teknikal, pergerakan indeks dinilai menunjukkan indikasi yang semakin kuat dan meyakinkan. IHSG tidak hanya berhasil menembus level psikologis 6.000, melainkan juga ditutup melampaui rata-rata pergerakan jangka pendek hingga menengah.

"Kondisi tersebut mengindikasikan momentum penguatan masih terjaga sehingga IHSG diperkirakan berpotensi melanjutkan kenaikan untuk menguji area resistance pada kisaran 6.080 hingga 6.120 dalam perdagangan selanjutnya," tulis tim.

Pada hari Senin (13/7/2026), IHSG ditutup menguat sebesar 1,92% ke level 6.037,84 menyusul konfirmasi S&P Global Ratings yang menetapkan peringkat kredit jangka panjang di BBB dan jangka pendek di A-2 dengan prospek stabil.

Saham-saham di sektor bahan baku (basic materials) menjadi penggerak utama pasar dengan kenaikan mencapai 2,96%. Di sisi lain, sektor kesehatan menjadi satu-satunya yang mengalami penurunan sebesar 0,26%.

Meskipun pasar saham menguat, performa positif tersebut belum sepenuhnya menular pada nilai tukar rupiah yang melemah 0,24% ke level Rp18.109 per dolar AS di pasar spot.

Para investor diproyeksikan tetap akan mengawasi dinamika global serta fluktuasi nilai tukar rupiah yang masih tertekan sebagai faktor penentu arah pergerakan pasar ke depan.

Terkini