Pembangunan Hunian TOD Manggarai Dimulai KPR BTN Tawarkan Tenor 40 Th

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:54:50 WIB
Hunian TOD Stasiun Manggarai (FOTO: NET)

JAKARTA - Pembangunan tempat tinggal vertikal berbiaya murah resmi dimulai di area Transit Oriented Development (TOD) Manggarai, Jakarta.

Publik kelak dapat memanfaatkan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) berjangka waktu hingga 40 tahun beserta patokan bunga flat 6% sampai lunas.

Fasilitas pembiayaan ini disediakan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyusul dimulainya konstruksi Hunian Manggarai yang digarap PT Kereta Api Indonesia (Persero) lewat KAI Properti.

Proyek perumahan ini diproyeksikan mencakup 3.784 unit tempat tinggal yang terbagi dalam delapan menara serta terhubung langsung dengan salah satu simpul angkutan publik utama di Jakarta.

Dari sumbernya menjelaskan, jangka waktu pembiayaan yang panjang ini menjadi sarana guna memperlebar kesempatan publik memperoleh tempat tinggal di jantung kota lewat angsuran yang lebih murah.

Tingkat suku bunga pun dipastikan tidak mengalami perubahan selama masa kredit berlangsung.

“Memang mandat kami mengurus rumah rakyat. Skema KPR-nya ini kami coba yang 40 tahun dengan bunga 6% sampai lunas. Jadi bunganya tidak akan berubah,” ucap dari sumbernya di tengah acara peluncuran Hunian Manggarai.

Saat kegiatan peluncuran tersebut, BTN bersama PT KA Properti Manajemen (KAI Properti) turut menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Hunian Manggarai.

Kesepakatan tersebut ditandatangani dari sumbernya bersama dari sumbernya sebagai kelanjutan kemitraan yang sebelumnya telah dirintis lewat Nota Kesepahaman.

Kemitraan mencakup perancangan skema pembiayaan, penyediaan fasilitas perbankan dan transaksi, pemasaran bersama, hingga dukungan aksesibilitas pembiayaan bagi calon pembeli.

BTN turut menyediakan aplikasi balé by BTN sebagai salah satu sarana pendaftaran minat serta penyerahan Nomor Urut Pemesanan (NUP) Hunian Manggarai.

Menurut dari sumbernya, keunggulan utama proyek ini terletak pada lokasinya yang berada di pusat perkotaan Jakarta serta berdampingan dengan beragam moda angkutan publik.

BTN juga mengusahakan agar patokan harga unit tempat tinggal tetap berada di bawah Rp600 juta.

“Tengah Jakarta, dekat transportasi, harga kami jagain di bawah Rp600 juta. Dapat subsidi suku bunga,” tutur dari sumbernya.

Dalam hal pengucuran pinjaman, BTN bakal tetap memberlakukan prinsip kehati-hatian dengan menyesuaikan mekanisme pembelian terhadap progres pengerjaan proyek.

Prosedur tersebut dijalankan guna memastikan keterjaminan perlindungan bagi para pembeli.

Di samping itu, perundingan mengenai fasilitas kredit konstruksi bagi pihak KAI Properti masih terus bergulir.

Dari sumbernya mengungkapkan Hunian Manggarai sanggup dijadikan percontohan bagi pengembangan apartemen terjangkau di kawasan pusat Jakarta.

Model perumahan tersebut dinilai berpeluang diimplementasikan pada wilayah sekitar stasiun maupun titik konektivitas angkutan massal lainnya.

“Di Jabodetabek stasiun itu banyak sekali. Kami akan mulai dari daerah-daerah stasiun kereta karena lebih mudah. Setelah itu mungkin kami akan bicara kawasan LRT dan MRT,” terangnya.

Apartemen yang terintegrasi dengan jaringan transportasi umum dinilai kian selaras dengan kebutuhan warga perkotaan.

Selain menjawab masalah keterbatasan lahan untuk rumah tapak, konsep ini menawarkan kelancaran mobilitas yang lebih praktis, terutama bagi warga yang bekerja di pusat kota.

“Di Jakarta dan kota besar, mencari landed house sudah sulit dan terlalu mahal. Jadi kami harus realistis, seperti kota-kota lain di dunia, Jakarta pasti ke atas. Anak muda sekarang juga suka, yang penting di tengah kota dan sarana transportasinya dekat,” jelas dari sumbernya.

Guna memperluas aksesibilitas kredit, BTN menyediakan dua jalur pilihan, yakni Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) serta KPR nonsubsidi.

Jalur FLPP diperuntukkan bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah yang memenuhi kualifikasi aturan pemerintah.

Sementara itu, jalur KPR nonsubsidi disiapkan demi melayani segmen masyarakat yang lebih luas.

BTN juga menyajikan pilihan KPR nonsubsidi dengan ketentuan uang muka mulai 5% beserta penawaran suku bunga promosi.

Berbekal dua opsi tersebut, calon pembeli dapat menentukan jenis pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan maupun kekuatan finansial masing-masing.

Pembangunan Hunian Manggarai juga beriringan dengan langkah menghadirkan tempat tinggal yang pantas serta murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah di kawasan perkotaan.

Dari sumbernya menyambut baik andil BTN dalam proses pengucuran KPR subsidi.

Ia menilai keunggulan BTN pada penyaluran FLPP sanggup mendorong pembangunan tempat tinggal sejenis di lahan aset KAI lainnya.

“Untuk FLPP juara satu, saya nggak ada lawan BTN. Saya mohon Pak Nixon kami bangun lagi di tempat lain, supaya aset-aset kereta api bisa segera dibangunkan,” papar dari sumbernya.

Di sisi lain, dari sumbernya menilai proyek Hunian Manggarai merupakan tindakan nyata guna menyediakan rumah murah di pusat perkotaan.

Ia mengingatkan agar unit rumah tersebut diserahkan kepada masyarakat yang menjadi target program dan tidak disalahgunakan untuk aktivitas spekulasi pasar.

“Kami harus adil, satu pelanggan, satu peminat, satu apartemen,” tegas dari sumbernya.

Dari sumbernya turut berharap model rumah murah yang terhubung dengan angkutan publik dapat diterapkan pada lokasi aset milik KAI lainnya.

Dari sumbernya menerangkan, Hunian Manggarai didirikan di atas lahan seluas 2,2 hektare.

Proyek ini mencakup delapan menara dengan ketinggian mencapai 24 lantai.

Sebanyak 1.276 unit bakal didirikan di Blok G yang terdiri atas tiga menara.

Sedangkan kawasan Blok F mencakup lima menara dengan total 2.508 unit.

Selain unit rumah, proyek ini akan dilengkapi 150 unit ruang usaha pendukung.

Pilihan unit yang tersedia mencakup varian studio 28 hingga tipe 52 berfasilitas tiga kamar tidur.

Proses pengerjaan secara keseluruhan ditargetkan selesai dalam tenggat waktu 18 bulan.

Dari sumbernya menegaskan proyek ini difokuskan guna memfasilitasi hunian layak dan terjangkau di pusat kota, terutama bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah yang memenuhi standar pemerintah.

Sistem tata kelola konstruksi juga bakal dijaga ketat supaya unit tempat tinggal dapat diterima langsung oleh masyarakat sasaran program.

Tags

Terkini