Flipkart Minutes Kian Mendekati Instamart, Volume Pesanan Tembus 1,2 Juta per Hari

Flipkart Minutes Kian Mendekati Instamart, Volume Pesanan Tembus 1,2 Juta per Hari

MEDIAKEUANGAN.ID — Persaingan belanja online instan di India memasuki babak baru. Flipkart Minutes, layanan quick commerce yang baru beroperasi sejak Agustus 2024, sukses mengejar ketertinggalan dari para pemain mapan hanya dalam dua tahun. Data terbaru menunjukkan layanan ini mengirimkan 1,1 juta hingga 1,2 juta paket per hari, mendekati volume Instamart milik Swiggy yang berada di angka 1,4 juta pesanan harian.

Peta Kekuatan Quick Commerce India

Pasar quick commerce India masih dikuasai tiga pemain besar. Blinkit memimpin dengan 3,4 juta hingga 3,6 juta pesanan per hari, disusul Zepto dengan 2,4 juta hingga 2,6 juta pesanan. Instamart berada di posisi ketiga, dan Flipkart Minutes kini mengintip dari belakang.

Pencapaian ini terbilang signifikan. Pada November 2025, layanan tersebut baru memproses sekitar 390.000 hingga 400.000 pesanan per hari. Dalam lima bulan, angkanya hampir tiga kali lipat—menunjukkan adopsi cepat di kalangan konsumen India.

Mesin Pertumbuhan Flipkart Minutes

Kunci pertumbuhan ini adalah ekspansi infrastruktur masif. Flipkart Minutes kini mengoperasikan sekitar 1.020 hingga 1.050 micro-fulfillment center—gudang kecil yang berlokasi dekat pelanggan untuk mempercepat pengiriman. Jumlah ini melonjak dari 600 unit pada Januari 2026 dan hanya 340 unit setahun lalu.

Perusahaan menargetkan 1.500 gudang mikro pada akhir 2026, dengan penambahan sekitar 100 fasilitas baru setiap bulan. Kecepatan ekspansi ini memangkas waktu pengiriman rata-rata menjadi 11 menit, turun dari 13 menit tahun lalu.

Satish Meena, penasihat di Datum Intelligence, menilai pencapaian ini menjadikan Flipkart pemain serius. "Flipkart sudah menjadi pemain serius. Begitu Anda membuka 1.000 dark store dan memproses satu juta pesanan per hari, itu sudah serius," ujarnya kepada TechCrunch.

Perilaku Konsumen dan Nilai Transaksi

Data internal menunjukkan loyalitas pelanggan yang tinggi. Sekitar 65 hingga 70 persen pelanggan yang berbelanja setiap bulan adalah pembeli berulang. Frekuensi transaksi per pelanggan juga meningkat 50 hingga 60 persen dibandingkan tahun lalu.

Rata-rata nilai belanja mencapai ?400 hingga ?500 (sekitar Rp 77.000 hingga Rp 96.000) per pesanan. Kategori yang tumbuh pesat meliputi buah dan sayuran, bahan pokok, produk susu, serta daging. Flipkart juga mulai menambah produk gourmet premium, termasuk barang organik dan artisanal, untuk meningkatkan nilai belanja pelanggan.

Amazon Ikut Bertarung

Amazon tak tinggal diam. Amazon Now, layanan quick commerce mereka, disebut menjadi bisnis dengan pertumbuhan tercepat di India dengan pesanan berlipat ganda setiap kuartal sejak diluncurkan. Amazon berencana memperluas layanan ke lebih dari 300 kota dan membangun jaringan lebih dari 1.000 micro-fulfillment center.

Persaingan ini tak hanya soal menyerang, tapi juga bertahan. Meena menilai ekspansi quick commerce bagi Flipkart dan Amazon bersifat defensif sekaligus ofensif. Jika konsumen terbiasa mendapat barang dalam hitungan menit, raksasa e-commerce berisiko kehilangan pangsa pasar jika tidak mengikuti tren ini.

Bagi pasar Indonesia, dinamika ini menjadi pelajaran menarik. Model quick commerce yang terbukti berhasil di India menunjukkan bahwa kecepatan pengiriman menjadi faktor pembeda utama dalam belanja online—tren yang perlahan mulai diuji di berbagai pasar Asia Tenggara.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index